Dokter Aziz Minta Pendamping Rodanya Mas Bagya Mencintai Pekerjaan

13 Januari 2022

Comments

KOTA MAGELANG – Para pendamping program Pemberdayaan Masyarakat Maju, Sehat, dan Bahagia (Rodanya Mas Bagya) diminta agar mencintai pekerjaan dan memiliki niat membantu, bukan sekadar mengejar honor.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz saat memberikan pengarahan pengantar tugas kepada para petugas pendamping Program Rodanya Mas Bagya di Pendopo Pengabdian, Kamis (13/1/2021).

Turut hadir pada acara tersebut Wakil Wali Kota Magelang, M Mansyur dan Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono serta sejumlah kepala OPD.

“Pendamping ini posisinya sangat strategis. Maka, pekerjaan ini harus bisa dinikmati, seperti hidup harus dinikmati. Pendamping sekarang sudah punya tanggung jawab. Kadang sesuatu itu tidak sesuai ekspektasi, tapi kalau dinikmati maka pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Dokter Aziz mengungkapkan, tugas pendamping memang tidak mudah, satu orang pendamping mendampingi 18 RT dengan total sebanyak 70 orang pendamping. Otomatis, seorang pendamping harus membuat jadwal yang baik dan berinovasi.

“Masalah di lapangan pasti banyak. Kalau niatnya membantu, pasti ada jalan keluarnya. Tapi, kalau hanya mengejar honor saja pasti tidak akan menemukan solusi,” kata Dokter Aziz.

Program Rodanya Mas Bagya ini, lanjutnya, dapat memunculkan partisipasi masyarakat, karena sistemnya buttom-up bukan top down. Sehingga, pola pikir masyarakat pasti berbeda satu sama lain, sehingga tugas pendamping harus betul-betul memahaminya.

“Saya minta petugas pendamping ini dapat bertemu sendiri dengan ketua RT dan warganya, jangan hanya menerima laporan saja. Setiap bertemu dengan RT dan warga harus ada laporan yang jelas, juga foto bareng dan informasikan posisinya dengan mengirim google map,” jelasnya.

Selain itu, pendamping juga sudah harus mulai memiliki perencanaan kerja sendiri. Termasuk harus aktif di masyarakat, transparansi, akuntabel, dan berkelanjutan.

Senada disampaikan Wakil Wali Kota Magelang, M Mansyur, petugas pendamping harus mencintai pekerjaannya. Sebagai tanda cinta, harus terus menyebut nama yang dicintainya, sehingga memahami betul programnya.

“Kalau sudah mencintai, maka mau berkorban. Jangan hanya mengejar honor saja yang tidak seberapa, tapi niatkan membantu masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengenalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP4KB), Septi Milna mengutarakan, pengarahan pengantar tugas ini penting bagi para petugas pendamping dalam menjalankan tugasnya.

“Pendamping ini tersebar di seluruh kelurahan dan akan berkantor di kelurahan. Tiap kecataman ada koordinatornya dan satu koordinator tingkat kota. Mereka sudah sosialisasi program ini dan sekarang sedang mendampingi RT menyusun RKM (Rencana Kerja Musyawarah),” papar Septi. (pemkotmgl)

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

KOTA SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang belajar tentang toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (30/1/2023). Kota Singkawang dipilih menjadi daerah tujuan karena kota ini dinobatkan sebagai Kota Toleran...

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *