Bangkit dari Pandemi Covid-19, Kaum Perempuan di Kota Magelang Dilatih Wirausaha

27 Oktober 2020

Comments

MAGELANG – Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI menyelenggarakan program tenaga kerja mandiri (TKM) dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pelaku usaha UMKM terdampak pandemi Covid-19. Sedikitnya 25 peserta dari PC Muslimat Kota Magelang dilatih membuat usaha getuk goreng, kripik singkong.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang, Agung Widiantoro mengatakan, program TKM ini untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Banyak pelaku usaha kecil yang terpukul akibat pandemi, karena itu mereka harus dimotivasi dan diarahkan untuk menangkap peluang usaha baru agar segera bangkit dari keterpurukan.

“Pelatihan berlangsung singkat tiga hari, tapi kami berharap ibu-ibu bisa terus mempraktikkan ilmunya dan membuka usaha baru. Kegiatan ini semacam pembuka cakrawala usaha, setelah itu dikembangkan dan ditumbuhkan lagi ketika kembali ke rumah,” kata Agung, disela-sela kegiatan.

Dikatakannya, dalam situasi pandemi sektor ekonomi informal harus tetap tumbuh. Dari ibu-ibu yang pelatihan ini nanti akan membuat simpul-simpul kecil di lingkungannya untuk menggerakkan usaha kecil.

Kota Magelang sebagai kota jasa, menurutnya, masyarakatnya harus kreatif untuk menangkap peluang usaha. Semakin banyak tumbuh usaha baru dan masyarakatnya kreatif maka untuk menuju masyarakat sejahtera sesuai visi Kota Magelang.

“Pelatihan ini sangat bagus karena peserta tidak hanya dilatih membuat produk tapi juga bagaimana memasarkan secara online,”tambahnya.

Suasana pelatihan wirausaha

Pendamping Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Kemnaker RI, Sholahuddin SFil.I, mengatakan pelatihan ini sebagai pintu masuk menuju peluang usaha baru kemudian nanti peserta akan didampingi untuk mewujudkan usahanya. Hingga bagaimana memasarkan produk secara online dan tembus ke pasar ekspor.

“Ada hikmah dibalik pandemi salah satunya tren belanja makanan secara online meningkat. Karena itu kami memanfaatkan digital marketing untuk membantu memasarkan produk-produk UMKM,”katanya.

Dikatakannya, market size pasar online sangat terbuka dan luas menembus batas wilayah negara. Karena itu UMKM harus didampingi sampai ke pasar global, dengan teknik sederhana dan tanpa biaya cukup memanfaat sosial media untuk memasarkan produk-produknya.

“Biasanya program pelatihan dari pemerintah itu setelah selesai pelatihan ya sudah tidak ada tindak lanjutnya. Maka dalam program TKM Kemnaker ini peserta pelatihan akan terus didampingi, di monitoring, dievaluasi untuk memecahkan masalah yang didahadapi pelaku usaha,”katanya.

Skretaris PC Muslimat NU Kota Magelang, Nelly Nur Hayati, mengatakan pelatihan yang dipilih sesuai dengan passion ibu-ibu yaitu membuat produk makanan. Semuanya berasal dari bahan dasar ketela, mulai dari kripik singkong, getuk goreng dan kripik daun singkong.

“Ibu-ibu memiliki semangat tinggi untuk bisa keluar dari kesulitan masa pandemi. Begitu ada pelatihan seperti ini banyak peserta yang mendaftar,”

Maka dari itu, lanjut dia, peserta yang ikut nanti akan menjadi mentor dan pelatih di lingkungannya masing-masing sehingga semakin banyak ibu-ibu yang ikut mendapatkan ilmu dari pelatihan ini. Peralatan yang dipakai dalam praktek memasak juga bisa dibawa pulang agar bisa untuk melatih ibu-ibu di lingkungannya. (prokompim/kotamgl)

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

KOTA SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang belajar tentang toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (30/1/2023). Kota Singkawang dipilih menjadi daerah tujuan karena kota ini dinobatkan sebagai Kota Toleran...

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *