Tiga Gawe Besar PDAM Kota Magelang Untuk Tingkatkan Pelayanan Pelanggan

1 September 2021

Comments

KOTA MAGELANG – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Magelang terus berupaya meningkatkan pelayanan kebutuhan air minum bagi pelanggannya. Setidaknya tiga pekerjaan rumah yang menjadi prioritas untuk direalisasikan.

Hal itu dikatakan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Magelang, Muh Haryo Nugroho, pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural PDAM Kota Magelang di Aula PDAM, Rabu (1/9/2021).

Turut hadir pada pelantikan pejabat struktural ini Dewan Pengawas PDAM Taufiq Nurbakin dan Joko Prasteyo, serta segenap karyawan PDAM.

“Gawe kita sebenarnya banyak, tapi tiga yang jadi prioritas dan saya minta para pejabat struktural bisa bersama-sama menyukseskannya,” ujar Haryo.

Dia menjelaskan, gawe yang pertama akan menambah jumlah pengambilan air di Sumber Mata Air Kanoman di Dusun Sudimoro, Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo dengan istilah Kanoman 3. Kalau sebelumnya pengambilan air sebanyak 60 liter/detik, nanti akan ditambah 50 liter/detik.

“Air ini akan disalurkan ke bak penampungan di Gunung Tidar. Karena ada tambahan pengambilan air, maka bak penampungan pun akan kita tambah kapasitasnya. Kalau sekarang daya tampung 1000 m3, maka akan kita tambah 2000 m3 menjadi 3000 m3,” katanya.

Gawe pertama ini, katanya, untuk melayani pelanggan di wilayah Magelang Selatan sebelah barat, seperti area Jurangombo Selatan, lalu sebagian Kelurahan Magersari dan Kemirirejo. Dengan penambahan ini, diharapkan jam layanan air makin baik.

“Penambahan bak penampungan di Gunung Tidar nanti akan dibantu dana dari Kementerian PUPR senilai Rp 25 miliar. Total pengerjaannya sendiri Rp 30 miliar. Nanti dibantu Kementerian PUPR Rp 25 miliar, lalu penyertaan modal Pemda Rp 4,5 miliar, dan Rp 500 juta dari PDAM,” jelasnya.

Gawe kedua, PDAM Kota Magelang akan menyiapkan pompa air guna mengambil air di Kali Bening sekitar 125 liter/detik. Termasuk membuat bak penampungan yang nantinya guna melayani pelanggan di wilayah Magelang Utara.

“Selama ini kita belum pernah mengambil air di wilayah Magelang Utara. Maka, nanti akan kita ambil dari Kali Bening dan mendistribusikannya di bak penampungan dengan daya tampung 1000 m3 atau bisa ditambah hingga 1500 m3,” paparnya didampingi Direktur Bambang Pulunggono dan dewan pengawas.

Adapun untuk gawe kedua ini akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Upaya ini pun sedang dikaji lebih dalam dan pada saatnya nanti akan dilelangkan. Kerjasama dengan pihak ketiga ini dirasa perlu karena nilai pekerjaan mencapai Rp 60 miliar.

“Kita tidak bisa keluar biaya sendiri. Gawe kedua ini berkaitan dengan gawe ketiga kita, yakni merapat/menego World Bank yang akan bantu kita, tapi dengan syarat ada kerja sama dengan pihak ketiga,” terangnya.

Saat ini, imbuh Haryo, sudah mengerucut pada World Bank yang akan membantu sekitar 500 Juta Dolar Amerika atau sekitar Rp 55 miliar. Menurutnya, bantuan ini terlepas dari bantuan dari I-Wash yang juga akan membantu. Pihaknya menargetkan tiga gawe ini terealisasi pada 2022. (pemkotmgl)

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

KOTA SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang belajar tentang toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (30/1/2023). Kota Singkawang dipilih menjadi daerah tujuan karena kota ini dinobatkan sebagai Kota Toleran...

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *