Sentra Tahu Kampung Trunan yang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

30 Agustus 2021

Comments

KOTA MAGELANG – Kampung Trunan, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, menjadi kampung paling produktif di Kota Magelang. Banyak industri rumahan tahu di kampung tersebut masih tetap bertahan, meskipun dalam prosesnya para pengusaha acapkali mendapat hadangan dan rintangan soal bahan baku tahu dan tempe yaitu kedelai.

Kampung yang sudah bertahun-tahun dicap sebagai sentra produksi tahu di Kota Magelang ini tak banyak mengalami perubahan sejak dulu. Belasan hingga puluhan tahun, mayoritas warga setepat mengandalkan industri rumahan berupa produksi tahu.

Meski pandemi Covid-19 belum juga berakhir, sentra kerajinan tahu masih tetap bertahan, justru semakin berkembang.

Danang Santoso (39), adalah salah satu pemilik usaha tahu bulat di Kampung Trunan, Tidar Selatan, tersebut yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Dalam sehari dia bisa memproduksi 1/3 ton tahu. Usaha yang ia geluti ini tak berhasil begitu saja. Perjalanan penuh hambatan kerapkali dialaminya.

Awalnya, pria tiga anak ini bekerja sebagai buruh pabrik di pengelolaan produk tahu putih selama sepuluh tahun. Dia juga pernah menjadi pedagang keliling.

Berbekal pengalaman yang didapat selama bekerja di pabrik yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya, serta kegigihan untuk hidup mandiri, Danang mengawali usahanya pada 2014 dengan mencoba berjualan tahu bulat.

Ia pernah keliling dan mendatangi dari rumah ke rumah. Namun, hal itu justru membut biaya pengeluarannya membengkak. Usaha yang ditekuninya selama dua tahun terpaksa merugi.

“Sampai tahun 2016 saya ingin menyerah, tapi beruntung keluarga saya terus mendukung saya. Bangkit lagi,” ucapnya.

Merintis kembali usaha yang pernah gagal, menjadi pelajaran berharga bagi Danang. Ia kemudian memperbaiki manajemen keuangan sehingga perhitungannya lebih baik. Di tahun ketiga, tahun 2017, usahanya pun berangsur membaik. Tahu bulat yang dikelolanya mendapatkan pesanan yang lumayan banyak dari salah seorang pelanggannya.

Dari situ, bisnis tahu bulatnya terus merangkak naik hingga dirinya pun dipercaya menjadi pemasok tahu bulat di dua agen penjualan jajanan pasar di Kota Magelang.

Tak hanya itu, ia juga mempekerjakan orang sekitarnya untuk membantunya memproduksi tahu bulat.

“Yang bekerja di sini hanya keluarga dan tetangga sekitar. Saya hanya mencoba turut membantu warga di sini (Trunan),” katanya.

Kini, dalam sehari dirinya mampu memproduksi sekitar 250 kilogram tahu bulat dengan ukuran besar dan kecil. Untuk ukuran besar dihargai Rp 300 per biji dan kecil seharga Rp 150 per biji.

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menyebutkan bahwa rata-rata UMKM di wilayahnya kini terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dia membuat gebrakan ASN wajib menglarisi produk-produk UMKM.

“Tujuannya supaya usaha kecil pulih kembali, produksinya bertambah. Walaupun pandemi Covid-19, dengan cara ini saya yakin bisa membangkitkan kembali UMKM di Kota Magelang,” tuturnya.

Menurutnya, peran UMKM sangat besar menjadi penggerak roda perekonomian daerah. Terlebih di Kota Magelang yang memiliki 3.000 UMKM berbagai produk.

“Harapannya nglarisi pasar rakyat ini tidak saja dilakukan ASN, tetapi juga masyarakat lain yang mendapatkan gaji. Kita tentu tahu, jika UMKM adalah penggerak ekonomi kerakyatan, yang harus eksis jika ekonomi suatu daerah mau lebih maju lagi,” ungkapnya. (pemkotmgl)

SMAN 1 Sukses Gelar Pameran Edukasi Magelang 2023

SMAN 1 Sukses Gelar Pameran Edukasi Magelang 2023

KOTA MAGELANG - SMA Negeri 1 Kota Magelang menggelar Pameran Edukasi Magelang (PEM) 2023 di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang. Pameran ini berisi puluhan tenant yang memberikan informasi seputar perguruan tinggi (PT). Kepala SMAN 1 Kota Magelang Etty Syariah menjelaskan...

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *