Pelaku Kerajinan Kota Magelang Didorong Tangkap Peluang Wisata

5 Maret 2022

Comments

KOTA MAGELANG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang mendorong pelaku kerajinan untuk menciptakan produk kerajinan sebagai souvenir kunjungan wisata. Hal itu karena wisata merupakan sektor yang potensial untuk memasarkan produk secara lebih luas.

Demikian disampaikan Ketua Dekranasda Kota Magelang Niken Ichtiaty Nur Aziz pada kegiatan Ngopi Bareng Pak Wali dengan Pelaku Kerajinan Kota Magelang di Taman Kyai Langgeng, Sabtu (5/3/2022).

Menurut Niken, Kota Magelang memiliki Taman Kyai Langgeng dan Kebun Raya Gunung Tidar yang bisa dimanfaatkan untuk memasarkan produk kerajinan berupa souvenir. Di obyek wisata tersebut masih banyak spot yang belum dimanfaatkan.

“Kita masih punya banyak potensi yang belum tergali. Souvenir khas Kota Magelang belum ada di Taman Kyai Langgeng dan Kebun Raya Tidar. Ini peluang besar untuk memasarkan produk, tidak hanya di Kota Magelang tapi juga sekitarnya,” jelas Niken.

Di samping itu, Dekranasda tetap berperan aktif sebagai wadah bagi pelaku usaha khususnya IKM Kerajinan menjalin Kerjasama dengan stakeholder. Pihaknya juga berkewajiban untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada pengrajin agar terus bekerja, bergerak dan bertransformasi mengembangkan produk-produknya.

“Pemkot Magelang tidak sungkan untuk membimbing dan mendorong pelaku kerajinan agar lebih maju lagi,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Niken ingin kegiatan Ngopi Bareng Pak Wali ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta agar memiliki cukup bekal untuk mengembangkan produknya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo mengemukakan, Ngopi Bareng Pak Wali dengan Pelaku Kerajinan ini diadakan dalam rangka memperingati HUT ke-42 Dekranasda.

Kegiatan yang mengusung tema “Tantangan Ekspor Untuk Produk Kerajinan” ini diikuti oleh para pelaku IKM khususnya bidang kerajinan (craft) di Kota Magelang. Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Nieke Corry Elza (DPRD Kota Magelang) dan Deddy Effendi (owner CV Palem Craft Yogyakarta), serta narasumber lain yang berkompeten.

“Program ini bertujuan untuk menjalin komunikasi, menjaring aspirasi masyarakat khususnya pelaku kerajinan, serta mendorong dan memotivasi para pelaku IKM di Kota Magelang,” tutur Catur.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz mengutarakan, pelaku kerajinan harus dapat menangkap peluang guna memperluas pangsa pasar. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan (packaging) produk yang bisa meningkatkan nilai jual. (pemkotmgl)

Siaran Pers No: 481.5/08/03/133/2022

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

KOTA SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang belajar tentang toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (30/1/2023). Kota Singkawang dipilih menjadi daerah tujuan karena kota ini dinobatkan sebagai Kota Toleran...

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *