Doa Lintas Agama Menyambut Hari Jadi ke -1.114 Kota Magelang Berlangsung Sederhana

11 April 2020

Comments

MAGELANG – Doa bersama lintas agama menyambut Hari Jadi ke-1.114 Kota Magelang berlangsung khidmat dan sangat sederhana. Tidak banyak yang diundang pada kegiatan yang diadakan di Pendopo Pengabdian komplek rumah dinas Wali Kota Magelang, pada Jumat (10/4/2020) itu.

Hal itu karena saat ini Indonesia bahkan dunia tengah menghadapi pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang kian meresahkan. Doa dipimpin KH Mansur Siraj Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang. Kegiatan ini pun sekaligus menjadi pertemuan untuk mengevaluasi Gugus Tugas Covid-19.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menuturkan, pandemi global ini berimbas pada agenda-agenda peringatan Hari Jadi ke-1.114 Kota Magelang yang terpaksa ditunda, bahkan dibatalkan.

“Terpenting adalah dalam situasi seperti sekarang ini kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersyukur atas nikmat selama ini, sekaligus berdoa agar pandemi ini segera berakhir,” ujar Sigit.

Dikatakan Sigit, fokus dan prioritas pemerintah saat ini adalah untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Utamanya terkait penanganan para pemudik dari daerah episentrum Covid-19 yakni Jakarta dan sekitarnya.

Pemudik menggunakan kendaraan umum yang turun di Terminal Tidar, akan didata dan dicatat. Sedangkan bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi, sudah ada instruksi kepada kepala wilayah (camat dan lurah) untuk melakukan pemantauan dan pencatatan.

“Para pemudik akan diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap agar pandemi ini segera berakhir, dan seluruh masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal.

Khusus untuk tenaga medis, Sigit sangat mengapresiasi karena mereka ini adalah garda terdepan yang berjuang memerangi Covid-19. Pasalnya disaat semua orang dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus, mereka justru berhadapan langsung dengan para pasien.

“Mereka telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan nyawa jadi taruhannya untuk menyembuhkan pasien covid. Oleh karenanya, salut dan terima kasih kepada mereka,” tandasnya.

Sedangkan untuk masyarakat, Sigit memohon agar melaksanakan protokol-protokol yang sudah ditetapkan pemerintah pusat. Seperti menerapkan social ataupun physical distancing, tidak membuat kerumunan orang, jika tidak ada yang mendesak tetaplah tinggal dirumah, dan yang paling penting adalah selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir.

“Selain itu, masyarakat yang ada dirantau, diimbau agar tidak mudik dahulu, agar rantai penyebaran covid-19 bisa segera terputus,” katanya.

Doa bersama berlangsung singkat. Sigit berpesan kepada jajarannya, juga masyarakat agar tetap semangat dan ikut menjaga kondusifitas, sehingga Kota Magelang tetap aman dan nyaman.

“Semoga kota kita semakin maju, rakyatnya semakin sejahtera. Kotanya memang tua, tapi saya yakin kita semua harus semangat untuk membangun” (pro/kotamgl)

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

Kota Magelang Belajar Toleransi ke Kota Singkawang

KOTA SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang belajar tentang toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (30/1/2023). Kota Singkawang dipilih menjadi daerah tujuan karena kota ini dinobatkan sebagai Kota Toleran...

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *