Diminta Warganya Pakai “Kuluk”, Sigit : Saya Dimarahi Sultan Nanti

26 November 2020

Comments

MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mendapat sambutan sederhana dari masyarakat Kelurahan Kramat Utara, saat menggelar Mlaku-mlaku Tilik Kampung Penguatan Satgas Jogo Tonggo di kelurahan ujung utara tersebut, Kamis (26/11/2020).

Di sela tinjauannya sekaligus memberikan bantuan paket sembako, Sigit diminta oleh salah seorang warga untuk mengenakan pakaian adat Jawa.

“Saya disuruh ini itu sama Pak RW. Disuruh pakai kostum seperti ini, pakai kuluk, beskap, tapai pakai celana training. Sultan kalau lihat bisa marah ini,” kata Sigit, dengan nada canda yang sekaligus mendapat tepukan meriah dari warganya.

Kegiatan rutin penguatan Satgas Jogo Tonggo yang diwujudkan dalam Mlaku-Mlaku Tilik Kampung ini memang selalu melahirkan hal yang berbeda. Seperti di Kelurahan Kramat Utara, Sigit mendapatkan banyak aspirasi dari warganya.

Pada kesempatan itu, Sigit menyalurkan bantuan belasan face shield, 2 hand sprayer dan 1 thermo gun di setiap RW. Kemudian 107 paket sembako yang diserahkan secara langsung, ke rumah tangga penerima manfaat. Aksi ini dilakukan dalam rangka mencegah potensi kerumunan jika penyerahan bantuan digelar dalam satu tempat saja.

“Diharapkan adanya peralatan penanganan Covid-19 ini, masyarakat akan semakin patuh terhadap protokol kesehatan, sehingga penyebaran virus bisa kita cegah,” ujarnya.

Sigit berharap, bantuan paket sembako berisi 20 kilogram beras, 2 kilogram telur, 1 dus mi instan, minyak, dan kecap ini, dapat mengurangi beban warga yang terdampak pandemi Covid-19.

“Suasana perekonomian memang agak turun. Tapi saya doakan, masyarakat Kota Magelang tabungannya utuh, tetap bahagia, dan jangan lupa patuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Ia juga menyempatkan diri mengunjungi salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19, RSJ Prof Dr Soerojo Magelang. Ia pun memuji segala protokol kesehatan yang diterapkan di rumah sakit tersebut.

“Tiap pintu disediakan cuci tangan. Pas saya buka, krannya menyala. Setiap 5 meter ada tempat cuci tangan dengan sabun. Saya tadi sampai cuci tangan 5 kali juga. Ya tidak apa-apa, memberikan contoh harus seperti itu,” tuturnya.

Namun, orang nomor satu di Kota Sejuta Bunga itu sempat melontarkan kritik ketika tiba di lingkungan Perum Depkes. Sebab di kawasan tersebut, terdapat satu taman yang kondisinya kurang dirawat dengan baik.

“Ini tamannya di luar jalan protokol sehingga pemerintah tidak bisa membangunnya. Saya harap masyarakat Perum Depkes yang terkenal “balungan kuat” (tingkat ekonomi baik) melihat pemandangan itu bisa dirembug bareng-bareng biar hasilnya bagus,” katanya.

Sigit juga mengaku siap memberikan aset Pemkot Magelang bila nantinya dibutuhkan warga, guna menata keindahan dan estetika. Aset milik Pemkot Magelang sendiri, banyak terdapat di Kelurahan Kramat Utara.

Di sela-sela tinjauannya, ia menyerahkan bantuan pembangunan lapangan voli dan bantuan dana untuk kesenian tradisional. Diharapkan, bantuan yang terus mengalir diberikan kepada warganya ini akan menambah spirit baru, untuk tetap beraktivitas di tengah pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Lurah Kramat Utara, Sugeng Nurdiyanto memberikan apresiasi tinggi kepada Walikota dan jajaran, yang berkunjung ke setiap sudut di kelurahan setempat. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 sehingga mengurangi kekuatan ekonomi warga. (prokompim/kotamgl)

SMAN 1 Sukses Gelar Pameran Edukasi Magelang 2023

SMAN 1 Sukses Gelar Pameran Edukasi Magelang 2023

KOTA MAGELANG - SMA Negeri 1 Kota Magelang menggelar Pameran Edukasi Magelang (PEM) 2023 di Gedung Tri Bhakti Kota Magelang. Pameran ini berisi puluhan tenant yang memberikan informasi seputar perguruan tinggi (PT). Kepala SMAN 1 Kota Magelang Etty Syariah menjelaskan...

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *