Dapat Penghargaan, Cakupan Vaksinasi Covid-19 Kota Magelang Terbaik V Se-Jateng

2 Februari 2021

Comments

MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang menerima penghargaan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai peringkat V peraih kinerja cakupan vaksinasi Covid-19 tahap I tingkat provinsi Jawa Tengah.

Penghargaan diumumkan secara virtual oleh Ganjar, di sela rapat koordinasi penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Senin (1/2/2021). Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menghadiri acara tersebut di ruang Command Center Setda Kota Magelang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Majid Rohmawanto menyebutkan, berdasarkan data terakhir per 28 Januari 2021, Kota Magelang berhasil meraih angka capaian vaksinasi Covid-19 tahap I sebanyak 89,63 persen. Capaian ini menempatkan Kota Magelang pada peringkat ke-2 vaksinasi tingkat nasional.

“Vaksinasi yang diinstruksikan Gubernur Jateng 25-28 Januari 2021, kita dapat penghargaan dari Gubernur karena capaian partisipasi 75 persen dalam 3 hari. Kemudian capaian partisipasi selama 4 hari sebanyak 89,63 persen, jadi peringkat 2 se Indonesia,” jelas Majid, Selasa (2/2/2021).

Pada tahap I ini, Kota Magelang mendapat 7.280 dosis vaksin dari Pemprov Jawa Tengah. Adapun pelaksanaanya telah dilakukan selama 4 hari, 25-28 Januri 2021.

Sasaran vaksinasi di wilayah ini adalah sebanyak 3.688 orang, meliputi sumber daya manusia kesehatan (SDMK). Dari sasaran itu, ada 3.615 orang yang mendaftar, akan tetapi yang hadir sebanyak 3.301 orang dan tidak hadir 314 orang dengan berbagai alasan.

Dari jumlah yang hadir 3.301 orang, sebanyak 2.754 orang berhasil disuntik vaksin Covid-19. sebanyak 486 orang gagal divaksin dan 61 orang ditunda karena tidak lolos saat uji skrining.

”Yang batal ada 486 orang dan tunda 61 orang. Yang batal itu artinya tidak lolos skrining secara tetap, karena pernah positif, punya kormobid. Sedangkan yang tunda ini karena baru demam, flu, tensi naik, dan faktor lainnya,” kata Majid.

Menurut Majid, vaksinasi Covid-19 berbeda dengan imunisasi biasa. Pasalnya, seleksi atau tahapan pendataan dilakukan secara ketat, bahkan menggunakan aplikasi digital.

”Peserta harus mendaftarkan ke sistem, jika tidak masuk, jadi tidak pusat. Ada 16 pertanyaan di dalam aplikasi itu, sehingga calon yang divaksin harus menjawab dengan penuh kejujuran,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Magelang, para penerima vaksinasi tahap pertama di Kota Magelang, rata-rata tidak mengalami Kejadian Ikutan PascaImunisasi (KIPI) yang berarti. Dengan vaksinasi diharapkan dapat membentuk antibodi dari dalam tubuh sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina

Sebagai informasi, skor epidemiologi Kota Magelang periode Minggu 56, 24-30 Januari 2021 adalah 2,16. Angka ini menunjukkan bahwa Kota Magelang masih berada di zona orange atau risiko sedang penularan Covid-19. Pemkot Magelang optimistis skor akan membaik karena selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tren kasus sebaran aktif Covid-19 cenderung menurun. (prokomkim/kotamagelang).

Related Posts

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *