PEMKOT MAGELANG TERUS UPAYAKAN PENCAPAIAN TARGET 100-0-100 SANITASI

  • Admin
  • 2018-08-20
  • 374 Views

Magelang - Pemerintah Kota Magelang terus berupaya agar target tahun 2019 berupa akses 100-0-100 sanitasi tercapai. Sejauh ini, kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah Kota Magelang terus dilaksanakan.
Plt Kepala Disperkim Kota Magelang, Handini Rahayu mengatakan, Kota Magelang merupakan salah satu kota yang terpilih dalam pelaksanaan sistem sanitasi skala kota terpusat pencapaian akses 100-0-100 tahun 2019 mendatang. 
”Target pencapaian akses 100-0-100 pada tahun 2019 berarti 100 persen masyarakat mempunyai akses sanitasi yang layak, 0 persen kawasan perumahan dan permukiman kumuh, dan 100 persen masyarakat tercukupi air minum yang sesuai standar kelayakan minimum,” jelas Handini, Senin (20/8).
Ia menjelaskan bahwa tahun 2017, sekitar 3-4 persen dari jumlah penduduk di Kota Magelang masih buang air besar sembarangan (BABS). Hal ini ditengarai karena sanitasi yang belum memenuhi standard kesehatan.
”Untuk meraih target tahun 2019, kami melaksanakan beberapa program akses sanitasi. Salah satunya berupa pembangunan intalasi pengolahan air limbah (IPAL), baik sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD) Terpusat maupun SPALD Setempat yang tersebar di beberapa kelurahan yang masih memiliki angka BABS cukup tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan survey yang diadakan awal tahun lalu, lanjutnya, warga yang masih BABS cukup merata di tiga kecamatan, yaitu Magelang Tengah 514 KK, Magelang Utara 596 KK, dan Magelang Selatan 543 KK.
”Kemudian yang sudah sesuai dan layak dengan sistem SPALD Setempat ada 30.059 KK dan sistem SPALD Terpadu ada 2.974 KK,” sebutnya.
Dinas Perkim, kata Handini, dalam mewujudkan SPALD dan menjalankan strategi penanganan sanitasi yang didukung para mitra, termasuk IUWASH PLUS dan KOTAKU. Hanya saja, hal itu masih menjadi pekerjaan baru lantaran terbatasnya lahan pembangunan IPAL dalam skala lingkungan.
”Program apapun tidak akan sukses jika tanpa kesadaran warga yang rendah akan sanitasi yang sehat. Kami berharap, dengan gencarnya sosialisasi dan terjun ke masyarakat, kesadaran mereka, terutama kelurahan yang masih rendah,” ungkapnya.
Selain sosialisasi, imbuh Sekretaris Diperkim tersebut bahwa terkait sanitasi, Kota Magelang akan mendapatkan beberapa bantuan anggaran. Antara lain Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Provinsi (Banprov), dan APBD Kota Magelang.
”Anggaran itu untuk membangun SPALD Terpadu sebanyak 4 unit, SPALD Setempat sebanyak 84 unit dan bantuan dari IUWASH PLUS sebanyak 20 unit SPALD Setempat,” sebutnya.
Dengan bantuan tersebut, diharapkan Kota Magelang hingga akhir tahun nanti dapat mengurangi BABS sebanyak 30-40 persen.
Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan antara SPLAD Terpadu dan SPLAD Setempat yakni pada pemanfaatannya. Menurut Handini, untuk SPALD Terpadu dapat dimanfaatkan sampai dengan 50 kepala keluarga, sedangkan SPALD Setempat hanya 2 dan maksimal 10 kepala keluarga.

Disdukcapil Punya "Si…
Berita
2020-01-27
Kota Magelang Tuan…
Berita
2020-01-25
Kaum Disabilitas Berbagi…
Berita
2020-01-24
Dua Motor Diangkut…
Berita
2020-01-24
Umat Kristiani Kota…
Berita
2020-01-22
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18