PEMKOT SIGAP ATASI LONGSOR DAN SUNGAI MELUAP DI KOTA MAGELANG 

  • Admin
  • 2020-01-17
  • 113 Views

Siaran Pers No: 481.5/20/rilis/1/133/2020  

MAGELANG – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah titik di Kota Magelang mengalami longsor dan sungai meluap. Musibah ini terjadi sejak Senin (15/1/2020) lalu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mencatat ada 5 titik daerah yang mengalami musibah tersebut, yakni di wilayah Kecamatan Magelang Utara meliputi Kelurahan Kedungsari dan Potrobangsan.

Di Kedungasari, genangan air sempat merendam jalan dan masuk perkampungan akibat luapan dari Sungai Manggis. Wilayah yang terdampak antara lain di RW: 6, RW: 7, RW: 8 dan RW: 5 Kedungsari. Namun peristiwa itu tidak berlangsung lama dan arus air sungai normal kembali.

Kemudian di RT: 6 RW: 2 Kedungsari, jalan menuju rumah khusus (rusus) ambrol. Jalan ini sebelumnya sudah retak sehingga mudah longsor setelah hujan deras. Sementara di Kelurahan Potrobangsan, hujan juga menyebabkan debit air Kali Bening meningkat. Luapan air meluber hingga masuk ke rumah warga.

Selain itu, tebing talud longsor di samping rumah warga atas nama Asep di RT: 8 RW: 4. Material longsor selebar sekitar 6 meter itu sempat menutup jalan kampung setempat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Di Wilayah Kelurahan Kramat Selatan, tebing longsor dengan lebar 4 meter dan kedalaman 5 meter. Akses jalan dari perempatan Sanden ke Utara sempat ditutup karena jembatan sedikit ambles akibat kejadian itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono menyatakan komponen terkait sudah meninjau ke lokasi dan melakukan penanganan. Warga dibantu TNI, Polri dan relawan juga sudah melakukan kerja bakti.

Joko telah memerintahkan aparat setempat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

"Kepada Lurah dan Camat serta OPD terkait untuk waspada terhadap bencana alam di tengah cuaca yang cukup ekstrem ini," katanya.

Pihaknya juga berencana akan membuat posko penanggulangan bencana dengan melibatkan OPD terkait  diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Kesehatan, RSU Tidar, RSUD Budi Rahayu dan Bagian Kesra.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak yang berwenang atas peristiwa yang terjadi di Kedungsari. Menurutnya air sungai yang meluap disebabkan karena sedimen sungai yang menumpuk.

"Sedimennya (Sungai Manggis) harus dilihat, jangan sampai numpuk. Kalau numpuk tidak dibersihkan debit air akan naik. Harapan saya penanggungjawabnya punya kepekaan, (sungai) lewat di tengah (permukiman) tapi tidak dipelihara, penduduk sekitar jadi korban," katanya, disela pembukaan kejuaraan tenis lapngan Baveti Kota Magelang Cup di Lapangan Moncer Serius, Jumat (17/1/2020).

Kendati demikian, jajarannya sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Pada kesempatan itu Sigit mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan terpenting menjaga lingkungan masing-masing tetap bersih. (pro/kotamgl)

Pejabat Pembuat Komitmen…
Berita
2020-02-13
Baznas Kota Magelang…
Berita
2020-02-11
Sekda Kota Magelang…
Berita
2020-02-10
Wujud Komitmen Pemkot…
Berita
2020-02-10
Sambut Cap Go…
Berita
2020-02-06
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18