KEPALA SUBSEKSI INTELIJEN KPPBC AJARKAN OPD PERIKSA ROKOK ILEGAL DALAM RAKOR BAKOHUMAS KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2018-07-24
  • 345 Views

Magelang - Bagian Hubungan Masyarakat Setda Kota Magelang kembalin menggelar rapat koordinasi bersama dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Magelang, Selasa (24/7). Materi yang diangkat kali ini yaitu "Peran Masyarakat Dalam Memerangi Rokok Ilegal".
"Memeriksa rokok-rokok ilegal bisa dilakukan melalui pita cukai," jelas Kepala Subseksi Intelijen KPPBC Kota Magelang, Rudi Wicaksono, di sela kegiatan.
Rudi menyebutkan, ciri-ciri rokok ilegal diantaranya tidak dilekati pita cukai asli/ polosan, dilekati pita cukai yang bukan haknya (pita cukai pabrik lain).
"Selain itu, rokok ilegal juga menggunakan pita cukai tidak sesuai jenis atau golongan, dilekati pita palsu atau bekas," ungkapnya.
Agar lebih jelas, Rudi membagikan alat pemeriksa Sinar UV Portable dan kemasan rokok berpita cukai kepada para OPD untuk mempraktikan cara cek pita cukai yang ada di kemasan rokok. 
Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga menyampaikan wacana akan diberlakukannya bea cukai untuk rokok elektrik (vapor) sebanyak 57% per tanggal 1 Juli mendatang.
"Bagi pelanggar bea cukai ini, akan dikenai sanksi pidana. Namun aturan pastinya hingga saat ini belum diluncurkan," terangnya. 
Selain materi tentang rokok ilegal, dalam Rakor Bakohumas juga disampaikan materi mengenai peran media sosial di lingkungan pemerintahan dan pelayanan publik. 
Fajar Iqbal dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber materi Peran Media Sosial Bagi Pemerintahan dan Pelayanan Publik,  menyampaikan mengenai perubahan pola komunikasi dan birokrasi di lingkungan pemerintahan karena lahirnya media sosial. 
Hal itu menjadikan birokrasi di pemerintahan juga berubah seiring berkembangnya sistem teknologi dan informasi di Indonesia. Masyarakat yang dulunya tidak bisa melakukan komparasi informasi sekarang menjadi lebih aktif dan dengan mudahnya informasi bisa menyebar ke masyarakat karena lahirnya Media Sosial.
Lahirnya media sosial itu masyarakat bebas menyebarkan informasi dengan cepat dan memungkinkan untuk merubah informasi tersebut yang sangat diragukan keabsahannya. 
Jika hal itu terus terjadi masyarakat sebagai pengguna dan pembaca informasi akan bingung karena memungkinkan tersebarnya berita hoax.
“Seluruh akun dan informasi harus memiliki legitimasi agar informasi itu bisa dipercaya masyarakat,” imbu Fajar. (Tiwi/PKL)
 

Disdukcapil Punya "Si…
Berita
2020-01-27
Kota Magelang Tuan…
Berita
2020-01-25
Kaum Disabilitas Berbagi…
Berita
2020-01-24
Dua Motor Diangkut…
Berita
2020-01-24
Umat Kristiani Kota…
Berita
2020-01-22
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18