PATRA PADI APRESIASI HAUL KE-3 PANGERAN DIPONEGORO DI KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2020-01-08
  • 107 Views

MAGELANG - Ketua Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Adi) Ki Roni Sodewo, mengapresiasi kegiatan peringatan Haul ke-3 Pangeran Diponegoro yang digelar di Kota Magelang, Rabu (8/1/2020).

Kegiatan yang diadakan di komplek Museum BPK RI itu dinilai menjadi langkah bagus dalam mengenal dan mengenang jasa pahlawan keturunan Raja Mataram Jogja itu.

“Ini langkah bagus entah ada keterlibatan pemerintah atau tidak. Ini momentum untuk mengenalkan pada generasi muda, salah satu ilmu yang patut kita ambil dari Sang Pangeran adalah jujur,” jelasnya.

Menurut generasi ke-7 Pangeran Diponegoro itu, haul serupa juga dilaksanakan di Makassar, Bogor, Banyumas, dan Semarang. Ia menyebut trah Pangeran Diponegoro tersebar di berbagai negara, antara lain di Serbia dan Eropa

"Mari kita ajak masyarakat sadar sejarah. Mari ajarkan anak-anak belajar sejarah, beri anak-anak dongeng sejarah. Agar genarasi muda peduli sejarah," katanya.

Hadir adalah acara tersebut Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Mochamad Effendi, Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, dan segenap tamu undangan.

Windarti, saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, mengatakan haul ini dilaksanakan tepat di hari meninggalnya Pangeran Diponegoro, 8 Januari 1855 atau 165 tahun silam.

Pihaknya merasa perlu mengadakan haul ini, karena Sang Pangeran memiliki jejak sejarah penting di wilayah Kota Magelang. Menurutnya, banyak hal yang bisa dipetik dari kisah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Dalam Perang Jawa, Diponegoro mampu membuat Belanda rugi besar. Sekitar 25 Juta Golden Belanda waktu itu habis untuk membiayai perang melawan Diponegoro. Kemudian, Sebanyak 15.000 tentara Belanda juga tewas, sedangkan pejuang bangsa yang gugur syuhada 200.000 orang.

"Beliau keturunan raja, tapi rela keluar dari gemerlap Keraton dan memilih tinggal bersama rakyat di Tegalrejo. Sampai akhirnya berjuang melawan Belanda,” paparnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan tausyiah oleh KH Yakub Mubarok dari Parakan Temanggung. (pro/kotamgl)

PMI Kota Magelang…
Berita
2020-01-20
Kejuaraan Tenis Baveti…
Berita
2020-01-17
Pemkot Sigap Atasi…
Berita
2020-01-17
Soal THL, Pemkot…
Berita
2020-01-17
APIP Kota Magelang…
Berita
2020-01-16
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18