WAKIL WALI KOTA MAGELANG BUKAN THE 1ST BOROBUDUR INTERNATIONAL SYMPOSIUM 2019

  • Admin
  • 2019-10-16
  • 161 Views

MAGELANG - Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) menggelar The 1st Borobudur Internastional Symposium 2019, di Semanggi Ballroom Grand Artos dan Convention Magelang, Rabu (16/10/2019). Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, yang mewakili Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

Windarti menuturkan sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahwa kemiskinan merupakan persoalan setiap daerah yang wajib diturunkan. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama melakukan upaya menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui pemberdataan sumber daya yang dimiliki daerah.

"Karena dinamika dan kemajuan yang dicapai daerah sangat dipengaruhi masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada. Ini juga merupakan upaya untuk memberikan daya dan kekuatan bagi masyarakat untuk keluar dari masalah yang dihadapi," paparnya. 

Dalam menjalankan pemerintahan secara profesional, pemerintah selalu melibatkan berbagai pihak, terutama perguruan tinggi dalam mengambil keputusan atau kebijakan publik berbasis ilmu pengetahuan. Pihaknya pun menyambut baik kegiatan bertajuk “Local resources empowerment towards advance, smart and sustainable system” itu.

"Saya kegiatan ini mampu menjadi wadah mahasiswa, akademisi, praktisi, pemerintah, untuk berdiskusi, berbagi informasi tentang informasi terbaru mengenai sains dan teknologi terapan sehingga menjadi masukan konstruktif bagi pemangku kebijakan untuk memberdayakan potensi sumber daya daerah," ungkap Windarti.

Rektor UM Magelang, Eko Muh Widodo, memaparkan dengan adanya simposium ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ilmu pengetahuan terutama bidang Sciences and Engineering serta Humanities, Economics, and Social Sciences. 

"Semoga apa yang kita lakukan pada hari ini dapat memberikan makna yang mendalam juga nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.

The 1st Borobudur International Symposium mengundang keynote speaker Prof Tony Lucey, PhD (Curtin University, Australia), Rajesh Ranolia, B.Com, MBA (National Institute of Information Technology, India), dan Prof Dr Noreffendy Tamaldin (Universiti Tehnikal Malaysia Melaka, Malaysia).

Conference Chair The 1st BIS, Associate Profesor Dr. Muji Setiyo mengatakan, konferensi ini bertujuan meningkatkan publikasi penelitian dosen Indonesia di level internasional. Peserta terdiri dari para dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi akan terlibat diskusi dengan metode round table, bukan lagi presentasi dengan powerpoint.

Simposium ini diselenggarakan dengan menggandeng 23 perguruan tinggi sebagai co-host. Para akademisi diundang untuk memaparkan penelitian ilmiah berdasarkan kajian ilmu masing-masing. 

"Kami menggunakan Borobudur agar simposium ini menjadi milik bersama, tidak kepemilikan satu universitas. Jadi lebih umum, kemudian co-host bisa mengklaim bahwa acara ini diselenggarakan bersama,” ujar Muji. 

Publikasi hasil penelitian di jurnal ilmiah juga menjadi syarat mempertahankan tunjangan kehormatan jabatan Guru Besar dan Lektor Kepala, sesuai dengan syarat kenaikan jenjang jabatan yang dikeluarlan oleh oleh Kemenristek Dikti.oleh Kemenristek Dikti. (hms)

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18