ASN PEMKOT MAGELANG PERINGATI HUT KE-74 RI DI HALAMAN KANTOR WALIKOTA

  • Admin
  • 2019-08-17
  • 166 Views

MAGELANG – Segenap karyawan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Magelang khidmat mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-74 RI di halaman depan kantor wali kota, Sabtu (17/8). Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono memimpin jalannya upacara ini.

Semua OPD tampak hadir dengan mengenakan kostum Korpri dan berbaris rapi sesuai organisasi masing-masing. Berbeda dari upacara di kantor pemerintahan daerah lain, seluruh petugas upacara di Pemkot 
Magelang berasal dari OPD lingkungan setempat. Tidak ada Paskibraka dari luar, karena upacara ini bukan upacara utama di Kota Magelang.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya. Kemudian mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului kita. Ada juga pembacaan teks proklamasi kemerdekaan dan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo oleh inspektur upacara.

Sebelum membacakan sambutan Gubernur, Joko Budiono sebagai inspektur upacara mengatakan, momentum upacara ini jadikan motivasi untuk menumbuhkan tekad dalam mengemban amanat sebagai aparatur negara yang jujur dan adil.

Sementara dalam amanatnya, Joko membacakan sambutan Gubernur Ganjar yang mengajak masyarakat untuk tidak lagi mempermasalahkan perbedaan suku, agama, ataupun ras. Sebab, para pejuang kemerdekaan bukan hanya berasal dari satu agama saja.

Melainkan kemerdekaan ini didapat dari perjuangan pahlawan dari berbagai latar belakang. Seperti pahlawan ini yang tidak mempermasalahkan agamanya, kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai (Hindu), Letjen gatot Subroto (Budha), Albertus Soegijapranata (Katolik), Yap Tjwan Bing (Tiong Hoa), dan Ki Hajar Dewantara (Islam).

"Dalam masa setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama ataupun 
ras. Tak peduli warna kulit, rambut, jenis kelamin, kaya ataupun miskin. Maka, janganlah memupuk borok dalam dada, membuat kita terlena hingga dengan rasa tanpa dosa saling menghina dan mencerca, bahkan ada yang hendak mengganti Pancasila," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Panacasila sebagai dasar negara merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar dan harus 
ditanam sedalam-dalamnya. Tekad kebersamaan senasib sepenanggungan inilah yang menurutnya harus terus diemban untuk menghadapi perubahan zaman.

"Kita ini diciptakan atas satu jalinan sapu lidi, yang jika lepas ikatanya ambyar kebangsaan kita, ambyar 
negara kita, ambyar Indonesia Raya," jelasnya. (hms)

Bayar Pajak Tercepat…
Berita
2019-11-10
Kontes Kelinci Magelang…
Berita
2019-11-09
Lapangan Tenis "Moncer…
Berita
2019-11-09
Kepala BKKBN Bina…
Berita
2019-11-08
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18