PEMKOT MAGELANG OPTIMISTIS MAMPU ATASI KAWASAN KUMUH

  • Admin
  • 2019-08-07
  • 215 Views

MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang optimistis mampu mengatasi kawasan kumuh sampai Desember 2019. Saat ini tercatat 37,201 hektar kawasan di Kota sejuta bunga ini masih dalam kategori kumuh. Kawasan ini tersebar di 15 kelurahan, dari 17 kelurahan yang ada.

Askot Mandiri Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Magelang, Sukadi, menjelaskan target program Kotaku adalah mewujudkan 100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi atau yang dikenal 100-0-100.

"Target sampai akhir tahun nanti. Tapi kita optimistis bisa menyelesaikannya," kata Sukadi, usai menggelar workshop Kotaku, di Hotel Safira, Jalan Gatot Soebroto, Rabu (7/8/2019).

Oleh karena itu, butuh dukungan masyarakat dan stakeholder untuk mewujudkan target tersebut. Pihaknya pun menggelar workshop deengan peserta semua pemangku kepentingan dalam program Kotaku. Seperti pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Magelang, BUMD, Camat, Lurah, dan sejumlah tokoh masyarakat.

"Kita tergabung dalam satu wadah yaitu Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Pemukiman Air Minum dan Sanitasi (PTAS). Pokja ini memiliki tugas untuk memecahkan dan mengentaskan kawasan kumuh yang tersisa di Kota Magelang," ujarnya.

Dari 17 kelurahan, katanya, baru dua kelurahan yang terbebas dari kawasan kumuh antara lain Jurangombo Utara dan Kramat Selatan. Selebihnya, hampir merata di semua kelurahan terdapat kawasan kumuh.

"Walaupun luasannya beda-beda. Tapi tetap saja ada spot kawasan kumuh, tidak satu RW, tapi bisa saja hanya 1 RT itu tetap saja kita anggap kawasan kumuh," jelasnya.

Suatu kawasan bisa dikatakan bebas dari kawasan kumuh, jika lolos dalam tujuh indikator, antara lain kepadatan bangunan, jalan lingkungan, saluran drainase, sanitasi, akses air minum, persampahan, dan proteksi kebakaran.

"Nah, program Kotaku sendiri mencakup pengentasan kawasan kumuh, dengan mendorong ketujuh indikator tersebut. Kita juga libatkan OPD pemangku untuk bersama-sama menjalankan program ini," ucapnya.

Menurut dia, Kotaku tidak hanya menyasar pada program pemberdayaan masyarakat. Sebab, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menggelontorkan dana, agar di daerah-daerah bisa membuat kebijakan yang berimplikasi pada pengentasan kawasan kumuh.

Kegiatan fisik meliputi pemberdayaan infrastruktur, sosial, dan ekonomi. Kemudian pemberdayaan nonfisik, seperti penguatan partisipasi masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat di tingkat kelurahan, pelatihan keuangan, dan lain sebagainya. 

"Menangani kawasan kumuh itu tidak hanya soal hunian, tetapi juga memandang penting bagi para penghuninya," ungkapnya. (hms)


 

ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18