WARGA JAMBON GESIKAN SUKSES BIKIN KAMPUNG ORGANIK “BERSEMI”

  • Admin
  • 2019-07-29
  • 233 Views

MAGELANG - Kampung Organik “Bersemi” RW IV Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban menjadi salah satu kampung yang terbilang sukses mengolah sampah. Dengan berdirinya Bank Sampah Bersemi sejak tahun 2015, warga kampung makin sadar dan peduli pada sampah.

Sebelum berdiri bank sampah, warga ragu dalam banyak hal. Seperti dampak bau yang ditimbulkan, tempat yang tidak tersedia, pendanaan, dan pembukuan. Namun, akhirnya warga sepakat untuk mencoba terlebih dahulu.

“Awalnya memang ragu, terutama pengelolaannya. Meskipun saat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong kami untuk membuat bank sampah disambut baik oleh warga. Kami pun sepakati ini dimulai saja dulu,” ujar Sekretaris Pengurus Bank Sampah Bersemi, Triyanto.

Seiring berjalannya waktu, pengurus bank sampah mampu meyakinkan warga untuk memilah sampah di rumah masing-masing dan menyetorkannya ke bank sampah. Tak kurang dari 1 ton sampah beragam jenis diproduksi di wilayah kampung yang berpenduduk sekitar 110 kepala keluarga (KK) ini.

“Kalau sebulannya bervariasi. Bulan lalu, ada sekitar 212 kilogram sampah, terdiri dari kertas 142,5 kg, 41 buah botol, 17,5 kg logam, dan 52,5 kg plastik. Setiap tiga minggu warga nabung ke bank sampah dengan total nilai tabungan Rp 300.000. Tabungan satu tahun bisa Rp 1 juta lebih,” katanya.

Apa yang dilakukan warga kini membuahkan hasil. Selain lingkungan menjadi bersih, karena sampah dapat diolah dengan baik, juga memiliki tambahan penghasilan bagi warga dengan adanya tabungan di bank sampah.

Keberadaan Bank Sampah Bersemi hanya satu dari total 60 bank sampah yang tersebar di 198 rukun warga (RW) se-Kota Sejuta Bunga. Jumlah yang terus meningkat dan diharapkan semua RW memiliki bank sampah dalam rangka pengurangan sampah.

“Kami terus mendorong agar tiap RW memiliki bank sampah. Ini yang juga kami giatkan agar pengurangan sampah sudah dari tingkat pertama, yakni bank sampah,” jelas Kabid Pengelolaan dan Penanganan Sampah DLH Kota Magelang, R Jaka Prawistara.

Jaka menjelaskan, produksi sampah di Kota Magelang mencapai 1 ton per hari, 10 persen di antaranya berupa sampah plastik. Meski hanya 10 persen, tapi sampah plastik memiliki dampak yang luar biasa untuk masa depan.

“Salah satu upayanya dengan bank sampah ini. Plastik bisa diolah di bank sampah, seperti didaur ulang atau dibuat kerajinan. Selain sampahnya berkurang, juga memiliki nilai ekonomis, karena bisa dijual,” terangnya.

Upaya lanjutannya, kata Jaka, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito sudah mengeluarkan surat edaran agar saat acara-acara kantor tidak lagi menggunakan air kemasan. Tapi, diminta membawa sendiri botol air minum atau tumbler.

 “Kita pun sudah melakukan itu, yakni saat rapat tidak menyediakan air minum kemasan plastik, tapi peserta membawa sendiri air minumnya,” imbuhnya. (hms) 

Panen Ubinan Padi…
Berita
2019-11-22
Cantiknya Bunga Tabebuya…
Berita
2019-11-22
2.000 Pemuda Hadiri…
Berita
2019-11-21
ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18