WAYANG "AMARTA BINANGUN" TUTUP RANGKAIAN HARI JADI KE-1.113 KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-07-22
  • 180 Views

MAGELANG - Pagelaran Wayang Kulit menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke 1.113 Kota Magelang di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (20/7/2019). Wayang yang dimainkan dalang Ki Seno Nugroho itu mengangkat lakon Amarta Binangun.

Lokon ini bercerita tentang negara Amarta Binangun sedang giat membangun negaranya baik fisik, mental, maupun spritial. Namun, dalam perjalanan banyak menghadapi rintangan dari yang iri sampai berupaya menjegal proses pembangunan.

"Dengan kegigihan dan kerja keras, pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik. Sehingga, masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan itu," ujarKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Taufik Nurbakin.

Menurutnya, ini sejalan dengan visi misi Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern, cerdas, dilandasi masyarakat yang sejahtera dan religius.

Taufik melanjutkan, wayangan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan. Juga menanamakan nilai-nilali leluhur, membangkitkan potensi dan minat untuk mengenalkan serta menyukai wayang kulit kepada masyarakat khususnya generasi muda.

"Dengan menyaksikan kearifan dan keteladanan cerita dari tokoh pewayangan, diharapkan selain sebagai tontonan yang menghibur masyarakat sekaligus sebagai tuntunan bagi masyarakat dan kita semua. Begitu pula upaya untuk selalu nduduk dan ndudah, sehingga menjadi dikenal dan ngremboko di tengah-tengah masyarakat era milenial ini,” katanya.

Hadir dalam pagelaran ini, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito beserta wakilnya, Windarti Agustina dan segenap anggota Forpimda Kota Magelang. Turut mewarnai pagelaran penampilan karawitan dari pelajar SD Rejowinangun Selatan 2 dan Panembrono oleh gabungan kepala sekolah dasar se-Kota Magelang. Dihibur pula oleh Marwoto, Ciblek, dan Elisa.

Dalam sambutannya, Sigit mengutarakan, pagelaran wayang ini memang baru dilaksanakan bulan Juli, mengingat sebelumnya terbentur bulan Ramadan dan gelaran pesta demokrasi Pemilu serentak 2019. Meski begitu, wayang ini tetap ditunggu oleh masyarakat untuk menyaksikannya.

"Wayangan ini saya harap tidak hanya jadi tontonan, tapi juga tuntunan dan dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam rangka mendukung pembangunan pemerintah," jelasnya.

Masyarakat memang terlihat antusias menyaksikan pagelaran wayang ini. Warga pun berjubel di area pentas, bahkan sampai memenuhi area kursi VIP yang diduduki pejabat-pejabat penting di Kota Magelang. (hms) 

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18