AKHIR 2019, KOTA MAGELANG DITARGETKAN BEBAS KAWASAN KUMUH

  • Admin
  • 2019-07-19
  • 147 Views

MAGELANG –  Kota Magelang ditergetkan bebas kawasan kumuh hingga akhir 2019. Ini sejalan dengan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak 2016 lalu.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang mencatat pada tahun 2016 kawasan kumuh di kota ini mencapai 121,17 hektar. Dana sekitar Rp 7,4 miliar pun dikucurkan untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kami sudah melakukan program Kotaku di 17 kelurahan yang ada. Hingga akhir tahun nanti kami targetkan tuntas seiring dengan skema 100-0-100, yakni 100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen askes sanitasi," jelas Kepala Disperkim Kota Magelang, Handini Rahayu, di sela senam massal sosialisasi Kotaku di Taman Badaan, Jumat (19/7/2019).

Dia menuturkan, sejak program dijalankan hingga tahun 2019 ini sudah ada penyusutan kawasan kumuh menjadi 37,201 hektar. Kawasan tersebut tersebar di empat kelurahan, yakni Potrobangsan, Rejowinangun Selatan, Rejowinangun Utara, dan Tidar Utara. Setiap kelurahan memiliki luasan kawasan kumuh yang bervariasi. 

"Kami akan fokus pada penanganan di empat kelurahan tersebut, dengan dana sebesar Rp 4 miliar,” katanya.

Dijelaskan, setidaknya terdapat tujuh indikator yang harus diperhatikan untuk menangangi kawasan kumuh, antara lain bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan pengamanan kebakaran.

Pihaknya pun terus melakukan berbagai langkah agar target itu terpenuhi, salah satunya dengan kegiatan senam massal yang diselingi sosialisasi program Kotaku. Sebab, penanganan kawasan kumuh juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Tampak Walikota Magelang Sigit Widyonindito, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina, dan sejumlah pejabat ikut serta memeriahkan senam massal itu. Senam diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan.

Sementara itu, dalam sambutannya Sigit menegaskan bahwa Kota Magelang harus tambah bersih dan baik, termasuk terbebas dari kawasan kumuh. Bersih dan baik ini tidak hanya di permukaan saja tapi benar-benar terealisasi hingga ke hal-hal terkecil.

“Lingkungan kampung dan perumahan harus bersih. Program Kotaku ini sangat bagus dan kita harus turut berperan aktif. Programnya bagus, tapi kalau warganya diam saja yang percuma, lingkungan tidak akan bersih dan kawasan kumuh tetap ada,” paparnya.

Sigit pun meminta masyarakat yang hadir dalam senam massal dan sosialisasi ini menjadi motor untuk menggerakkan budaya kebersihan di lingkungan masing-masing.

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18