TAK TEPAT SASARAN, DISNAKER HAPUS BURSA KERJA KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-07-17
  • 143 Views

MAGELANG - Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang, Gunadi Wirawan, menyatakan bursa kerja (job fair) akan ditiadakan karena dinilai tidak tepat sasaran. Padahal kegiatan ini sudah digelar sejak lima tahun lalu dan selalu diikuti ribuan pengunjung.

"Justru Job Fair ini diikuti nyaris semuanya merupakan warga luar Kota Magelang. Jadi setelah kita evaluasi, ternyata manfaatnya tidak tepat sasaran," kata Gunadi, saat ditemui, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya, kegiatan yang menelan anggaran APDB Rp 200 juta tidak memenuhi ketentuan karena semestinya APBD dapat dimanfaatkan oleh warga Kota Magelang sendiri. Pihaknya bersama pengampu kepentingan lainnya saat ini sedang menformulasikan program yang memiliki asas manfaat langsung bagi warga Kota Magelang.

"Daripada Job Fair yang pada tahun 2018 menghabiskan APBD sebesar Rp250 juta, tapi tujuan utamanya tidak tercapai," paparnya.

Ia menyebutkan jumlah penganggur di Kota Magelang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 3.500 orang. Sekitar 2.000 diantaranya merupakan penganggur tapi ada penjamin, misalnya dijamin orangtuanya, saudara, atau kerabat lainnya. 

Sedangkan 1.500 sisanya dikategorikan penganggur tanpa penjamin. Semula, Job Fair digelar dengan tujuan memberikan peluang pekerjaan bagi 1.500 orang tersebut sesuai sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Namun ternyata tidak merubah apapun.

"Program kita ubah dari tadinya bentuk kegiatan bursa kerja menjadi pelatihan keahlian di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Magelang. Ternyata itu lebih efektif, bahkan sekarang kami terpaksa menyeleksi calon pesertanya," ujarnya.

Selain membuka BLK, Disnaker kata Gunadi, juga membuat program yang bersentuhan langsung dengan para pencari kerja (pencaker). Program tersebut diwujudkan dengan membuat satu grup bursa kerja lewat aplikasi Whatsapp di setiap kelurahan.

"Tiap-tiap kelurahan kita petakan, siapa saja yang masih menganggur lalu kita jadikan satu grup di kelola oleh staff Disnaker di setiap kelurahannya. Ada 17 grup Whatsapp sebagai corong informasi ketika ada lowongan pekerjaan yang masuk ke kami," ungkapnya.

Program bernama Informasi Pasar Kerja (IPK) tersebut justru dianggap efektif. Bahkan, lanjutnya, bisa menurunkan angka pengangguran hingga 2 pesen.

Pada tahun lalu tercatat 6,88 persen rasio usia produktif dinyatakan menganggur tanpa penjamin, atau sekitar 4.230 orang. Kemudian pada bulan lalu, angka pengangguran turun menjadi 4,88 persen ekuivalen 3.238 orang.

"Tahun ini kami ditarget angka pengangguran tak lebih dari 4,5 persen saja. Memang tidak bisa sampai dinolkan, karena populasi pencaker akan terus bertambah, seiring dengan jumlah lulusan sekolah dan universitas," terangnya. (hms)

Panen Ubinan Padi…
Berita
2019-11-22
Cantiknya Bunga Tabebuya…
Berita
2019-11-22
2.000 Pemuda Hadiri…
Berita
2019-11-21
ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18