PEMBANGUNAN GARDU PANDANG GUNUNG TIDAR CAPAI 50 PERSEN

  • Admin
  • 2019-06-12
  • 168 Views

MAGELANG - Pembangunan gardu pandang di kawasan Gunung Tidar Kota Magelang baru mencapai 50 persen. Pemerintah Kota Magelang memperkirakan pembangunan proyek penunjang pariwisata tersebut tidak bisa tuntas tahun 2019 ini karena masih menunggu bantuan provinsi (banprov).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR) Kota Magelang, Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla, mengungkapkan jika pembangunan gardu pandang membutuhkan dana mencapai Rp 5 milar. Pada tahun 2018 lalu, Banprov sudah diterima Pemkot Magelang namun belum sampai tahapan finishing.

”Baru sekitar 50 persen untuk yang Banprov tahun 2018. Kita sudah ajukan lagi, dan semoga saja tahun 2020 bisa diterima. Untuk besarannya yang pertama Rp 2,5 miliar dan yang kami usulkan kurang lebih sama, sehingga kalau ditotal sekitar Rp5 miliar,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya tidak akan mengajukan dana tambahan ke APBD Kota Magelang karena dirasa kurang tepat karena akan membebani. Menurutnya, masih banyak pembangunan yang masih jadi prioritas Pemkot Magelang. 

”Sesuai arahan pimpinan, APBD diperuntukan untuk kegiatan urgen dan mendesak sesuai rencana. Adanya gardu pandang ini kami harapkan bisa menambah daya gedor pariwisata di Kota Magelang, tetapi juga tidak terlalu membebani APBD,” ucapnya.

Ia menuturkan, APBD nantinya hanya akan dijadikan dana pemeliharaan bila gardu pandang sudah difungsikan. Menurut rencana, kontruksi gardu pandang sendiri, akan menyerupai Jurangkoco yang sudah terlebih dulu dibangun di Taman Kyai Langgeng.

”Cuma untuk kontruksinya nanti sepertinya lebih tinggi dan lebih luas. Saat ini sudah 50 persen pembangunan. Diharapkan tahun depan sudah bisa difungsikan,” tambahnya.

Kepala Bappeda Kota Magelang, Joko Soeparno, menjelaskan, gardu pandang ini dibangun di dua lokasi di Gunung Tidar. Biaya yang memang tidak sedikit, karena ditaksir pembangunan akan memakan dana paling banyak di biaya lansiran.

Proyek ini, lanjutnya, berpegang pada prinsip menjaga nilai sakral dari Gunung Tidar dan memerhatikan keasrian serta keindahan lingkungan. Ia juga memastikan tidak akan menebang pohon terlalu banyak.

”Gardu pandang ini hanya fasilitas tambahan guna menunjang daya tarik wisatawan, utamanya peziarah. Barangkali peziaran setelah ke makam akan melanjutkan kunjungannya ke gardu pandang untuk menikmati sunrise atau sunset,” ungkapnya. (hms)

ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18