ANGGREK KOTA MAGELANG DISERBU PENGUNJUNG STAN SAE 2019

  • Admin
  • 2019-07-06
  • 166 Views

MAGELANG - Produk unggulan pertanian Kota Magelang, terutama anggek, di stand Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa), diserbu pengunjung Soropadan Agro Expo (SAE) 2019. Ratusan anggrek berbagai jenis dan ukuran langsung ludes dalam 6 jam pertama sejak dibuka pada Kamis (4/7/2019) lalu, mulai anggrek Phalaenopsis (bulan), Dendrobium hingga Vanda.

Petugas sampai harus beberapa kali menyuplai demi memenuhi kebutuhan pengunjung stan. Produk lainnya seperti olahan aloe vera, beras TTI, telur asin, peyek peto, sambal mangut dan bandeng presto juga turut laris diminati pengunjung pameran.

Wahyu, salah satu pembeli anggrek dari Semarang, mengatakan setiap tahun ia dan keluarga selalu membeli anggrek di stan Disperpa Kota Magelang. Menurutnya anggrek Magelang sudah kondang dan memiliki warna dan tampilan yang lebih bagus dibandingkan anggrek dari lokasi lain.

“Seperti jargon di komunitas saya, apapun hobi tanamannya kalau beli anggrek pastikan anggrek Magelang,” kata Wahyu yang saat ini sudah mengoleksi sekitar 20 jenis anggrek.

Stan Disperpa sempat dikunjungi Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina. Ia menyatakan kegembiraannya karena Disperpa dapat semakin eksis dalam membawa nama Kota Magelang khususnya di sektor pertanian. Ia berharap Disperpa dapat mendorong para pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian untuk menjalin sinergi. 

"Pelaku utama dan pelaku usaha akan semakin maju dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sejumlah aplikasi untuk pemasaran produknya. Maka akan semakin banyak produk-produk unggulan pertanian, peternakan dan perikanan yang bisa dipasarkan kepada konsumen,” ujarnya.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko menambahkan dunia pertanian tak terkecuali di Kota Magelang harus semakin mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi termasuk pemanfaatan sejumlah aplikasi untuk pemasaran hasil pertanian (Agrojowo, red) yang baru saja dilaunching Gubernur Jawa Tengah.

“Intinya pemasaran hasil pertanian harus semakin pendek rantai distribusinya sehingga petani dapat memperoleh margin secara optimal,”katanya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kota Magelang, Among Wibowo, saat mendampingi widyawisata 20 orang petani Kota Magelang ke SAE 2019 memaparkan harus ada resep untuk meminimalkan dampak harga produk pertanian yang sewaktu-waktu bisa jatuh dan merugikan petani. 

Ada 5 faktor yang harus diperhatikan yaitu efisiensi input (pupuk, red) dalam sistem produksi, peningkatan kelas kelembagaan petani (koperasi, BUMP, CV dan PT), hilirisasi produk pertanian, jalinan kemitraan antara produsen (petani) dan konsumen (terutama perusahaan besar) dan penerapan One Region One Price (satu lokasi satu harga).  “Bila kelimanya dapat diimplementasikan maka petani akan semakin berjaya dan sejahtera,”imbuhnya. (hms)
 

Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
Kontes Kucing Magelang…
Berita
2019-11-17
Ibu-ibu Dharma Wanita…
Berita
2019-11-15
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18