WALIKOTA MAGELANG : RAMADAN MOMEN PERUBAHAN

  • Admin
  • 2019-05-25
  • 194 Views


MAGELANG - Ratusan warga memadati halaman dan serambi masjid Agung, Alun-alun Kota Magelang, Rabu (22/5/2019) malam lalu. Mereka hikmat mengikuti pengajian memperingati Nuzulul Quran yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang. Kegiatan ini diisi dengan tausiah ulama Magelang KH. Muslich Zaenal Abidin, dihadiri pula oleh Walikota Magelang Sigit Widyonindito beserta jajarannya, dan sejumlah pejabat Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat.

Pengajian Nuzulul Quran rutin digelar Pemkot Magelang setiap malam 17 Ramadan. Ini juga menjadi salah satu rangkaian tarawih keliling jajaran Forpimda setiap bulan suci. 

Pada kesempatan itu, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan bahwa momentum Ramadan saat ini harus dimaknai sebagai ajang perubahan sikap menjadi lebih baik. Menurutnya, orang akan berasa rugi apabila ibadah di bulan suci ini hanya sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena ibadah di bulan Ramadan sama dengan tahun kemarin. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari sekarang. Dengan begitu, masyarakat akan maju dan terus meningkatkan kualitas diri maupun ibadahnya,” katanya.

Dia juga meminta masyarakat mampu memaknai dengan bijak bulan penuh rahmat dan maghfiroh dari Allah SWT. Salah satu hal penting adalah mawas diri dan merayakan Ramadan dan Lebaran secara sederhana, tidak perlu berlebihan.

"Apalagi anak-anak kita sedang mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB). Prioritas tetap pada anak-anak kita, dan rayakan Ramadan sampai hari raya Idul Fitri dengan sederhana saja. Sebab, Allah SWT tidak menyukai sesuatu yang berlebihan," tuturnya.

Sigit pun menyinggung beberapa hal terkait masjid bersejarah ini. Ia mengatakan jika banyak khas sejarah yang masih terjaga rapi di Masjid Agung Kauman. Pemerintah terus komitmen agar kekhasan sejarah di masjid tertua ini terus dipertahankan. Ia menyebut salah satunya adalah tradisi Simaan dan bagi-bagi takjil setiap momen buka puasa tiba.

Menilik sejarahnya, masjid tersebut didirikan sekitar tahun 1650 oleh seorang tokoh ulama dari Jawa Timur KH Mudakir. Sejak awal didirkan, masjid itu belum seluas dan semegah sekarang. Dulunya hanya masih berstatus langgar atau musala. Fasilitas di dalam musala itupun masih sangat terbatas. (hms)
 

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18