RAMADAN, TEMPAT HIBURAN DI KOTA MAGELANG BUKA 3 JAM SAJA

  • Admin
  • 2019-05-11
  • 153 Views

MAGELANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengeluarkan ketentuan bahwa tempat hiburan hanya boleh buka selama tiga jam pada bulan Ramadan 1440H/2019. Pembatasan jam operasional itu tertuang surat edaran (SE) nomor 556/482/340 yang diteken oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Djarwadi tertanggal 3 Mei 2019.

"Jam operasional tempat hiburan ditentukan mulai pukul 21.00 WIB sampai 24.00 WIB selama Ramadan ini," kata Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Magelang, Abdul Rochman, Sabtu (11/5/2019).

Tempat hiburan seperti karaoke dan panti pijat bahkan sudah diharuskan tutup sejak dua hari sebelum Ramadan. Menjelang lebaran tempat ini juga harus tutup, dan kembali pada H+3 Lebaran. Khusus usaha karaoke pengelola juga tidak boleh menyediakan pemandu lagu.

Di Kota Magelang setidaknya ada dua tempat usaha karaoke yang masih beroperasi. Kendati demikian ketentuan ini untuk menghormati bulan suci Ramadan dimana sebagian besar Muslim sedang melaksanakan ibadah. Pihaknya pun mengimbau kepada pengelola maupun pelanggan agar tidak menyalahgunakan tempat hiburan itu untuk kegiatan perjudian, peredaran minuman keras, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA).

“Kami minta semua tempat usaha karaoke mentaati aturan ini,” ujarnya.

Selain karaoke dan panti pijat, ketentuan ini juga diperuntukkan bagi pengusaha restoran, warung atau rumah makan dan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati shelter kuliner Tuin Van Java (TVJ) di Alun-alun Kota Magelang. Menurutnya, mereka diizinkan berjualan di siang hari selama bulan Ramadan. 

"Yang nggak boleh itu memajang dagangan mereka secara vulgar. Pintu warung juga tidak boleh dibuka lebar. Sementara PKL TVJ, boleh berjualan mulai pukul 16.00 sore sampai pukul 04.00 dini hari,” paparnya.

Adapun untuk pedagang takjil menjelang berbuka, pihaknya telah membagi dalam tiga zona, yakni di area utara di sekitar Perumahan Armada Estate dan area tengah di trotoar alun-alun sisi selatan. Kemudian area selatan mulai dari kawasan Shopping sisi selatan hingga depan pintu masuk Universitas Muhammadiyah Magelang.

“Sedangkan untuk penjual kembang api diperbolehkan, asal mengantongi izin dari Kepolisian,” tandasnya.

Ditegaskan, kebijakan ini dibuat untuk menjaga kenyamanan baik masyarakat juga wisatawan yang berkunjung ke Kota Magelang. (hms)

*sumber foto : whatson.is

 

ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18