GREBEG GETHUK 2019 DIIKUTI RIBUAN WARGA KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-04-28
  • 187 Views

MAGELANG - Grebeg Gethuk kembali digelar untuk memerihkan Hari Jadi ke-1113 Kota Magelang. Prosesi yang digelar di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (29/4/2019), itu selalu diikuti oleh ribuan warga Kota Magelang.

Prosesi diawali dengan iring-iringan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Wakil Wali Kota Windarti Agustina dan Forkompinda yang naik kereta kencana serta andong dari Gedung PDAM menuju Alun-Alun Kota Magelang.
 
Sementara di halaman Masjid Agung Kota Magelang, ada dua gunungan gethuk lanang dan wedok. Gunungan gethuk lanang setinggi 3,5 meter dan gunungan gethuk wedok setinggi 2,5 meter. Gethuk yang diproduksi secara tradisonal maupun pabrikan dibuat gunungan. Keduanya kemudian didoakan sebelu diarak ke tengah alun-alun.
 
“Dua gunungan gethuk ini dibuat sejak habis Magrib sampai tadi jam 6 pagi. Gunungan gethuk lanang setinggi 3,5 meter digotong 10 orang, sedang gunungan gethuk wedok setinggi 2,5 meter digotong 8 orang,” kata Bejo, pembuat gunungan gethuk saat ditemui di Halaman Masjid Agung Magelang, Minggu (28/4/2019).

Setelah itu, ditampilkan 17 gunungan palawija dari 17 kelurahan yang ada. Setiap kelurahan menampilkan kreasi masing-masing dan tidak sedikit yang membawa misi tertentu.

Salah satunya, Kelurahan Wates yang membawa cerita siklus pertanian dari proses menanam, mengusir hama, hingga memanen. Selain gunungan palawija, kelurahan ini pun menyajikan aksi teatrikal tikus yang seolah mengganggu proses tanam padi.

“Kami angkat pertanian, karena memang di Wates masih ada warga kami yang menjadi petani. Kita dandani anak-anak muda bertopeng tikus, seolah menjadi hama bagi tanaman padi. Lalu ada juga ibu-ibu yang dandan ala Dewi Sri, dan dandanan yang lain,” ujar Lurah Wates, Rafi.

Para anggota Forpimda yang duduk menyaksikan dari panggung kehormatan pun nampak ceria dan antusias menyaksikan pertunjukan dari para warganya. Utamanya Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang memang berharap, setiap prosesi Grebeg Gethuk ada sesuatu yang berbeda.

“Saya tekankan setiap Grebeg Gethuk ada yang beda, sehingga makin bersemangat. Ini prosesi tiap tahun yang diharap mampu menjadi daya tarik pariwisata baik wisatawan lokal, regional maupun nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang besar terhadap kesuksesan kegiatan ini. Termasuk anak-anak sekolah (SMK 1, 2, dan 3 serta SMA 4 Magelang) yang menjadi pengisi sendratari kolosal Babad Mahardika dengan sutradara Gepeng Nugroho, guru SMK 17 Magelang. Prosesi terakhir, digelar rebutan gunungan gethuk oleh ribuan warga. (hms)

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18