PPDB TK-SD-SMP DI KOTA MAGELANG MULAI TERAPKAN ZONASI

  • Admin
  • 2019-04-22
  • 1141 Views

MAGELANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang mulai menerapkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK-SD-SMP tahun ajaran 2019/2020 ini per 5 April 2019. Sistem ini wajib diterapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Taufik Nurbakin, menjelaskan bahwa sebetulnya sistem ini sudah harus diterapkan sejak tahun lalu. Akan tetapi di Kota Magelang baru bisa diberlakukan tahun ini dengan sejumlah pertimbangan.

Menurutnya, zonasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan yang berdampak pada distribusi guru dan pembelajaran. "Dengan sistem ini, nantinya tidak ada sekolah favorit dan ke depan mutu sekolah negeri harus sama dengan sekolah swasta, sehingga ada pemerataan guru yang berkualitas,” ujarnya, Senin (22/4/2019).

Taufik memaparkan, seleksi PPDB dilaksanakan melalui 3 jalur, yakni jalur zonasi untuk TK dan SD sebanyak 95 persen dan untuk SMP 90 persen, jalur prestasi untuk SMP 5 persen, dan jalur mutasi orang tua untuk TK/SD/SMP 5 persen.

Adapun jalur zonasi terdiri dari zona 1 untuk calon peserta didik yang berdomisili di Kota Magelang dan zona 2 untuk yang berdomisili di luar Kota Magelang. Domisili kota dibuktikan dengan KK dan atau surat domisili yang dikeluarkan RT/RW disahkan kelurahan minimal telah berdomisili 6 bulan.

“Apabila kuota zonasi belum terpenuhi dari pendaftar zona 1, maka dipenuhi dari pendaftar zona 2. Dengan sistem ini, memberi peluang luas bagi peserta luar kota untuk sekolah tingkat SMP di Kota Magelang,” katanya.

Taufik memperkirakan daya tampung SMP dari zona 1 diperkirakan hanya terserap sekitar 60 persen. Sehingga kemungkinan besar lulusan SD banyak yang terserap ke sekolah-sekolah non-negeri, termasuk MTs.

“Kami perkirakan lulusan SD dibanding daya tampung di SMP masih lebih banyak daya tampungnya. Sehingga, peserta dari luar kota bisa leluasa mengisinya,” tuturnya.

Untuk jalur prestasi, dijelaskannya, pihaknya sudah memiliki formula berupa piagam prestasi dengan sistem poin untuk beberapa tingkat kejuaraan. Di antaranya kejuaraan tingkat internasional memiliki poin tertinggi, lalu di bawahnya tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan.

Selain itu, ada juga poin tambahan untuk penghafal Al-Quran (hafidz) dan kitab suci agama lain. Hafal lebih dari 7 juz mendapat nilai 3,00 (setara juara nasional), 4-6 juz nilai 2,25, 2-4 juz nilai 1,50, dan 1-2 juz nilai 0,75.

“Kalau jalur mutasi, cukup melampirkan surat keterangan mutasi pekerjaan orang tua dari instansi atau badan usaha tempat bekerja,” imbuhnya. (hms)

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18