WARGA JAGOAN ANTUSIAS IKUTI NYADRAN DI MAKAM SAWUNGGALIH

  • Admin
  • 2019-04-22
  • 202 Views

MAGELANG - Warga Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, bersuka cita mengikuti tradisi nyadran di Makam Kiai Sawunggalih, Minggu (21/4/2019). Nyadran juga diisi dengan grebeg gunungan palawija dan aneka makanan.

Setidaknya ada sembilan gunungan yang diarak keliling Kampung Jagoan. Arak-arakan didahului dengan kesenian tradisional berupa reog, kesenian gedrug, yeksodewo, dan topeng ireng.

Kiai Sawunggalih dikenal sebagai salah satu penglima pada masa  Perang Diponegoro tahun 1825-1830, yang kemudian menetap di Kampung Jagoan. Legenda Sawunggalih sendiri mirip dengan cerita Sawunggaling di Jawa Timur, yakni seseorang yang memiliki ayam aduan atau jago yang tidak terkalahkan. 

"Kata ‘jago’ ini, yang kemudian membuat kampung ini dinamakan Jagoan,” kata tokoh masyarakat setempat, Abdul Azis.

Sejumlah pahlawan lain juga dari Magelang di antaranya Kiai Langgeng di Kelurahan Kemirirejo, Kiai Selobranti di Kampung Malangan Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kiai Dudo di Kampung Dudan (Tidar Utara) dan lainnya.

Ketua panitia kegiatan Ridar Umar, mengatakan, tahun lalu, grebeg gunungannya hanya palawija berupa hasil pertanian dan buah-buahan di Kampung Jagoan. Tetapi melihat masyarakat yang ikut grebeg kebanyakan adalah anak-anak, maka dibuat juga gunungan makanan untuk anak-anak.

Sementara itu, Lurah Jurangombo Utara, Sumidjan, menuturkan masyarakat sangat menyambut baik tradisi ini. Mereka sukarela menyumbangkan aneka hasil bumi dan makanan untuk gunungan. Termasuk beragam kesenian tradisional yang ditampilkan. Hanya saja, kegiatan tersebut terkendala dengan kondisi makam Kiai Sawunggaling yang berada di belakang bangunan Kantor KUA Magelang  Selatan.

”Semoga semangat untuk berdoa, bersih kampung dan bermasyarakat ini bisa semakin ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Kampung Jagoan, Joko Mei Budi Utomo meminta Pemkot Magelang untuk lebih peduli dengan makam Kiai Sawunggalih yang semakin kurang nyaman untuk diziarahi maupun untuk berdoa. Dia berharap bisa ditata ulang dan diperluas agar masyarakat yang singgah bisa lebih mudah. Sisi lain, ekonomi masyarakat bakal semakin bisa ditingkatkan kalau makam tokoh Islam tersebut semakin ramai dikunjungi orang.

”Meski berada di belakang bangunan Kantor KUA, tetapi makam tersebut sekarang banyak dikunjungi orang. Kebanyakan dari Jawa Timur. Tetapi ada juga dari sekitaran Magelang sini. Ini jelas potensi wisata religi. Pemkot Magelang harus meresponnya,” ungkap mantan Anggota DPRD Kota Magelang itu. (hms)
 

Bayar Pajak Tercepat…
Berita
2019-11-10
Kontes Kelinci Magelang…
Berita
2019-11-09
Lapangan Tenis "Moncer…
Berita
2019-11-09
Kepala BKKBN Bina…
Berita
2019-11-08
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18