WAYANGAN METESEH, TRADISI "NGURI-URI" BUDAYA PADA HARI JADI KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-04-11
  • 219 Views

MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menggelar tradisi Wayangan Meteseh sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-1.113 Kota Magelang, 10-11 April 2019. Wayang semalam suntuk ini menampilkan lakon atau cerita 'Setyaki Krida' dengan dalang Letnan Dua (Letda) Sugiharto anggota Batalyon Armed 3/105 Tarik Magelang.

Walikota Magelang Sigit Widyonindito, Forpimda Kota Magelang, dan jajaran pejabat Pemkot Magelang, turut hadir menyaksikan tradisi yang dihelat di situs bersejarah kota Magelang itu.

Menurut Sigit, pagelaran wayang kulit Meteseh adalah salah satu agenda tahunan yang harus terus dipertahankan, karena pagelaran ini adalah tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat. Dengan kata lain pagelaran wayang kulit memiliki fungsi ganda, yakni hiburan bagi masyarakat sekaligus media pendidikan moral dan media pembelajaran seni dan budaya.

"Tentunya, upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah dan seluruh komponen elemen masyarakat, agar dapat memberi makna mendalam bagi kita semua," ujar Sigit.

Sigit berharap upaya yang lakukan ini dapat turut serta berkontribusi memelihara budaya bangsa yang adi luhung, membangun semangat keteladanan, gotong royong, dan budi pekerti yang baik demi membangun kota
Magelang.

Sang Dalang, Letda Sugiarto, menjelaskan pada pementasan ini dirinya mencoba mengangkat tokoh utama Setyaki meski jarang dipentaskan. Pada masa mudanya Setyaki gemar olah keprajuritan dan bertapa, yang menjadikan dirinya sangat sakti. Ia juga memperoleh anugerah dari Dewata berupa sebuah pusaka bernama Gada Kiai Lukitosari.

Ketika perang Bharatayudha, R Setyaki sangat setia menjadi kusir kerata Prabu Kresna ke medan perang membantu para Pandawa. Ia meninggal dunia setelah Perang Bharatayudha dengan kemenangan para Pandawa akibat perang gada sesama Wangsa Yadawa, Wresni dan Andaka.

"Falsafah yang bisa diambil dari tokoh Setyaki adalah seorang punggawa yang jujur, cerdas, bertanggungjawab, kuat hati, tidak mengenal menyerah, pengabdian sangat total, seorang religius, mencintai rakyat dan sangat setia kepada pimpinan," tutur Sugiarto. (hms)

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18