MOMEN HARI JADI KE-1.113, WALIKOTA MAGELANG INGIN BANGKITKAN WISATA SEJARAH KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-04-10
  • 213 Views

MAGELANG - Hari Jadi Kota Magelang merupakan momentum untuk refleksi dan intropeksi diri. Walikota Magelang Sigit Widyonindito pun mengajak para aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk menelaah kembali peringatan hari jadi Kota Magelang yang menginjak ke-1.113 tahun 2019 ini.

"Usia Kota Magelang tidak muda lagi. Bahkan menjadi kota tertua kedua di Indonesia, setelah Palembang. Tapi semangat ASN dan seluruh masyarakat tetap harus muda dan membara," kata Sigit dalam keterangan pers terkait Hari Jadi ke-1.113 Kota Magelang, Rabu (10/4/2019). 

Beberapa hal yang bisa ditelaah, sebut Sigit, adalah destinasi wisata berbasis sejarah atau warisan budaya (haritage) mengingat dukungan kota ini menyimpan bukti-bukti kekayaan sejarah seperti museum, bangunan peninggalan kolonial Belanda, makam tokoh agama, kesenian, kuliner, dan lain sebagainya.

Dia berharap, destinasi wisata yang hendak digarap secara serius ini mampu membangkitkan perekonomian masyarakat. 

”Banyak sekali museum di sini. Ada Museum Diponegoro, Abdul Jalil, Museum Jenderal Sudirman, Museum BPK RI, Museum Bumi Putera, dan lain sebagainya. Ke depan akan kita rumuskan pariwisata heritage ini, sehingga bisa dijadikan peluang untuk peningkatan perekonomian baru masyarakat,” jelasnya.

Sigit juga menyebut bahwa sejauh ini, pertumbuhan ekonomi di Kota Sejuta Bunga cukup tinggi, mencapai 5,5 persen pada tahun 2018 lalu. Sedangkan tahun ini peningkatan ekonomi mencapai 6-7 persen. 

"Ini karena geliat perekonomian, terutama usaha mikro dan kecil mulai tumbuh subur. Tidak hanya kuliner, tangan-tangan kreatif masyarakat kita sudah gampang sekali menyulap sesuatu yang tidak berharga menjadi bernilai,” kata Sigit.

Meski memiliki potensi wisata sejarah tinggi, Sigit menganggap bahwa tanpa promosi maka usaha itupun akan sia-sia. Karena itu, dia mengajak insan pers dan media massa untuk bersama-sama mempromosikan kota seluas 18,52 kilometer persegi ini.

”Kita sangat tertarik dengan kemasan kota tua menjadi destinasi wisata. Saya minta segera Bappeda untuk merumuskan menjadi destinasi wisata. Kalau sudah begitu, baru promosinya dipikirkan pula dengan serius. Seperti di kota-kota lain, Surabaya misalnya, di sana ternyata biasa saja, tetapi karena promosinya bagus, bisa menjadi daya tarik tersendiri,” jelasnya.

Soal promosi ini, kata Sigit, menjadi kunci untuk mengenalkan potensi pariwisata di Kota Sejuta Bunga. Dirinya juga berharap, Kota Magelang ke depan bisa menjadi sentralnya daerah-daerah se-eks Karesidenan Kedu.

”Tugas kita adalah bagaimana masyarakat seperti Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang Kabupaten, dan lainnya, bisa datang jalan-jalan ke Magelang, nggak hanya makan. Bisa belanja pakaian, beli batiknya, sudah menjadi tradisi kebiasaan seperti itu. Sudah saya tangkap peluang ini,” tutupnya. (hms)

Bayar Pajak Tercepat…
Berita
2019-11-10
Kontes Kelinci Magelang…
Berita
2019-11-09
Lapangan Tenis "Moncer…
Berita
2019-11-09
Kepala BKKBN Bina…
Berita
2019-11-08
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18