RAWAN KECELAKAAN, DISHUB KAJI JALAN JENDERAL SOEDIRMAN KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-04-02
  • 187 Views

MAGELANG - Jalan Jenderal Soedirman Kota Magelang menjadi jalan protokol yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Pemicunya karena permukaan jalan yang licin dan kurangnya kepatuhan tertib berlalu lintas pengguna jalan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang telah melakukan kajian intensif serta memasang rambu-rambu untuk mengurangi persoalan tersebut, terutama dari persimpangan Pasar Gotong Royong hingga Soka. Rambu yang sudah terpasang diantaranya peringatan kecepatan maksimal, hingga membuat larangan kendaraan berat melintas tanpa izin.

"Kami sudah memasang rambu-rambu, agar pengendara lebih waspada, tapi soal taat aturan kembali ke individu masyarakat pengguna jalan sendiri. Jika diindahkan, maka risiko kecelakaan bisa diminalisir, tetapi jika tidak, kawasan itu menjadi rawan kecelakaan,” kata Kepala Dishub Kota Magelang Suryantoro, dikantornya, Senin (1/4/2019).

Pihaknya juga telah melakukan kajian terkait konstruksi permukaan jalan tersebut. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perparkiran, Chandra Wijatmiko Ady, menyebut Jalan Jenderal Soedirman menjadi licin ketika hujan turun. Terlebih dengan kontruksi hotmix yang halus ditambah dengan derajat gemotri tertentu, sehingga kendaraan akan rentan tergelincir.

”Kami sudah lakukan kajian, terutama soal penambahan fasilitas lalu lintas dan menambah permukaan agak lebih kasar,” ujarnya.

Kendati demikian, usulan itu agaknya masih harus menunggu proses lebih lama. Pasalnya, pembangunan Jalan Jenderal Sudirman sendiri masih tergolong baru, yakni dibangun pada tahun 2017 lalu. Alternatif lainnya, kata Chandra, dengan menambah rambu-rambu lalu lintas soal batas kecepatan laju kendaraan juga pembatas jalan. Menurutnya, kendaraan maksimal tidak melebihi 40 kilometer per jam.

”Semakin cepat laju kendaraan maka potensi tergelincir semakin tinggi. Tapi bedanya dengan jalan tol, kesadaran masyarakat berada di jalan perkotaan itu memang gampang-gampang susah. Tapi dengan kejadian kecelakaan, kami harap, warga bisa senantiasa waspada dan mematuhi rambu yang ada,” jelasnya.

Solusi lainnya untuk meminimalisir kecelakaan, kata Chandra, pihaknya berencana memasang marka jalan menggunakan rigid beton. Meski kurang efektif, namun dia yakin dengan pemasangan permukaan marka jalan yang kasar, paling tidak membuat pengemudi kendaraan tidak akan melanggar batas marka.

”Untuk sementara kami memakai pembatas jalan nonpermanen. Sebab jika kita pasang median jalan, tidak memungkinkan karena lebar Jalan Jenderal Sudirman sendiri hanya 11 meter. Mestinya lebih dari 16 meter, baru bisa dibangun median jalan,” ungkapnya.

Dia mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati saat berkendara di jalan raya terlebih di Jalan Jenderal Sudirman. Termasuk memperhatikan kondisi tubuh, kendaraan, dan jalan agar tidak mengalami kecelakaan lalu lintas.

”Selain licin, pemicu terjadinya kecelakaan Jalan Jenderal Sudirman karena geometri tikungan dalam derajat tertentu sehingga sering mengakibatkan kendaraan roda empat mudah tergelincir,” paparnya.

Pihaknya mencatat sepanjang tahun ini, sudah terjadi empat kasus kecelakaan dan merenggut 4 korban jiwa. Selebihnya kerugian material yang jumlahnya tidak sedikit. (hms)
 

ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18