DARI "GEMES", PEMKOT MAGELANG INGIN BANGKITKAN WISATA SEJARAH

  • Admin
  • 2019-03-29
  • 196 Views

MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang terinspirasi untuk membangkitkan destinasi wisata sejarah setelah penyelenggaraan kegiatan "Gerakan Melek Sejarah" (Gemes) tentang Pangeran Diponegoro di kompleks eks Karesidenan Kedu, Bakorwil II, Kota Magelang, 28-31 Maret 2019. Destinasi ini diharapkan bisa menambah kunjungan wisatawan ke Kota Magelang serta menambah ilmu pengetahuan bagi generasi muda.

Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina, mengatakan Kota Magelang merupakan tempat bersejarah terutama tentang perjuangan Pangeran Diponegoro. Pahlawan nasional ini pernah menempuh perjalanan dari eks Karesidenan Kedu (rumah karesidenan), menuju Kampung Meteseh, Kampung Bojong hingga ke Kecamatan Secang Kabupaten Magelang.

"Melalui kegiatan ini membangkitkan semangat kami, karena ada rute Pangeran Diponegoro yang bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi dan menarik wisatawan. Saat ini marak wisata budaya dan religi, maka wisata sejarah perlu dibangkitkan," jelas Windarti, usai pembukaan Pameran Literasi Pangeran Diponegoro di kompleks Museum BPK RI Kota Magelang, Jumat (29/3/2019).

Windarti berujar, ke depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diharapkan bisa menggali lagi sejarah yang bisa diintegrasikan dengan paket wisata. Menurutnya, wisata menjadi potensi yang bisa ditawar mengingat kota ini memang mengandalkan sektor jasa.

"Mudah-mudahan event ini membangkitkan kesadaran kita, para pelaku pariwisata, untuk menggarap sisi yang belum digarap. Ini juga sekaligus sebagai edukasi bagi masyarakat, khususnya para pelajar, apalagi jika dikemas dengan menarik seperti balon digital, e-book dan teatrikal," papar Windarti.

Pihaknya juga selalu mendorong sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan ekstrakurikuler yang salah satu kegiatannya berkunjung ke museum-museum. 

Seperti diketahui, Direktorat Sejarah Ditjen Kemendikbud memamerkan beragam buku sejarah bangsa Indonesia di Museum BPK RI Magelang. Termasuk menghadirkan dua lukisan masterpiece karya Haris Purnomo dan Ronald Manullang. Pameran bertajuk Pameran Literasi Sejarah ini ditujukan kepada masyarakat umum, terutama anak-anak muda agar melek dan lebih mengenal sejarah.

“Kita pamerkan beragam buku sejarah dari berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dan lainnya. Sasarannya anak-anak milenial agar lebih mengenal sejarah bangsanya,” ujar Direktur Sejarah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Triana Wulandari.

Tidak hanya pameran buku sebanyak 50-an judul, ditampilkan pula beberapa alat pembelajaran yang interaktif, seperti aplikasi atlas, buku digital, film pendek, dan lainnya. Termasuk zona khusus untuk mengenal lebih dekat sosok pahlawan nasional, Pangeran Diponegoro.

“Kita tampilkan zona khusus Pangeran Diponegoro. Di zona ini ada video pendek tentang sejarah Perang Jawa, atlas interaktif tentang Perang Jawa, dan area khusus lukisan tentang Sang Pangeran. Dua lukisan asli kita pajang karya Haris Purnomo dan Ronald Manullang serta 40 lukisan repro,” katanya. (hms)

Panen Ubinan Padi…
Berita
2019-11-22
Cantiknya Bunga Tabebuya…
Berita
2019-11-22
2.000 Pemuda Hadiri…
Berita
2019-11-21
ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18