DI PUNCAK GUNUNG TIDAR, PROSESI RUWAT BUMI DOAKAN PEMILU DAMAI

  • Admin
  • 2019-03-24
  • 254 Views

MAGELANG – Prosesi ruwat bumi digelar di puncak Gunung Tidar Kota Magelang, Minggu (24/3/2019). Kegiatan bertajuk "Selametan Puser Bumi Merawat NKRI Menjaga Indonesia" diikuti oleh puluhan warga di sekitar gunung Tidar, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Magelang Sigit Windyonindito, dan Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina.

Bahkan, Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Wakil Bupati Edi Cahyana juga turut serta dalam kegiatan dikemas dalam adat istiadat jawa itu.

Para pemimpin itu mengawali prosesi dengan menuangkan air kendi ke tugu yang konon merupakan pusatnya Pulau Jawa. Prosesi ini sebagai simbol penyucian. 

Kemudian dilanjutkan dengan kirab 24 gunungan yang mewakili jumlah kecamatan di Kota dan Kabupaten Magelang. Selain itu, ada pula gunungan jerami atau umbul donga (doa) dengan ketinggian sekitar tiga meter berisikan kertas doa dan harapan, yang ditulis oleh warga. 

Gunungan berisikan kertas tersebut kemudian dibakar. Pembakaran ini dimaksudkan agar doa dan harapan mencapai ke atas dan didengar oleh Tuhan YME.

Ganjar Pranowo menjelaskan, hampir seluruh daerah di Jawa Tengah berdoa sesuai kultur masing-masing untuk kondisi Jawa Tengah dan Indonesia agar kondusif. Terlebih menjelang perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2019.

“Mereka kontak sama saya, Pak Gubernur kulo badhe bareng-bareng doa bersama dari kawan-kawan yang sedang menjalankan ini, dari doa dan doa. Untuk memohon kepada Allah SWT agar Jawa Tengah aman, agar Indonesia aman, agar pemilu lancar,” imbuhnya.

Ganjar menuturkan, Puncak Gunung dipilih karena merupakan pakuning (pusat) tanah jawa. Usulan tersebut, menurut Ganjar, kemudian diapresiasi dan dirinya langsung mengontak dan meminta ijin Walikota Magelang.

“Pak Wali kemudian mempersilakan. Niki warga desa badhe nyiapke. Kemudian Pak Bupati juga ajeng mriku. Terus akhirnya kumpul disini, dan semuanya berkumpul pada sore hari ini. Semua dengan kesederhanaan itu dengan adanya ketulusan warga,” ujarnya.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, menambahkan pihaknya mendukung acara selametan ini untuk mendoakan keutuhan NKRI. Menurut Sigit, pihaknya juga menyambut baik doa tersebut dikarenakan dipilihnya Gunung Tidar sebagai tempat doa bersama.

“Ruwat puser bumi ini menjadi upaya menjaga kearifan lokal dan juga sebagai upaya nguri-nguri (melestarikan) budaya warisan para pendahulu. Tentu tujuannya agar warga paham bagaimana warga bisa menjaga alam ini dengan seimbang, dengan memperhatikan konteks kekinian,” pungkasnya.

Sementara itu, penanggungjawab kegiatan sekaligus Kepala Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Arianto mengatakan, acara ini berkonsep kenduri dengan sebuah doa bersama warga dan diakhiri dengan makan bersama.

“Gagasan selametan ini sebenarnya sudah lama diperbincangkan. Warga Magelang merasa punya keprihatinan yang sama mengenai situasi politik akhir-akhir ini. Kami kesetrum dengan spirit itu, dan semakin semangat setelah pak Gubernur Ganjar menggelar Apel Kebangsaan Kita Merah Putih di Semarang,” katanya. (hms)

ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18