SATPOL PP TERTIBKAN PEDAGANG TANPA IZIN DI ALUN-ALUN KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-03-21
  • 196 Views

MAGELANG – Para pedagang yang tidak mengantongi izin dari instansi berwenang kini mulai ditertibkan dari di Kawasan Alun-alun Kota Magelang. Penertiban  ini ditandai dengan pemasangan papan peringatan oleh petugas Satuan Pamong Praja (PP) sejak beberapa waktu lalu.

"Pelarangan ini untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Magelang No 6 Tahun 2015 tentang ketertiban umum (tibum). Utamanya Pasal 18 huruf a dan Pasal 24 huruf (a, b, c)," kata Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, ditemui Kamis (21/3/2019).

Singgih memaparkan, pasal 18 berisi setiap orang dan/atau badan dilarang menempatkan benda dengan maksud untuk melakukan suatu usaha di jalan, trotoar, jalur hijau, taman kota, dan tempat umum lainnya, tanpa ijin dari wali kota atau pejabat yang berwenang.

Dengan adanya pelarangan ini maka segala bentuk usaha yang tanpa ijin dilarang membuka lapak di area Alun-alun, seperti kerap terlihat lapak penyewaan mainan anak-anak, jualan mainan, melukis/menggambar, dan lainnya.

Ini berbeda dengan pusat kuliner Tuin Van Java (TVJ) dan angkringan depan Polres yang mereka sudah mengantongi ijin. Bahkan, mereka juga mengantongi tanda daftar usaha (TDU) dan di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang.

Singgih berujar, pelarangan ini sebenarnya sudah dimulai secara bertahap sejak beberapa tahun lalu memasang papan larangan khusus untuk pengamen, pengemis, dan sejenisnya yang tertuang dalam Perda Tibum Pasal 24. Kali ini ditegakkan Pasal 18 yang diperuntukkan bagi pelaku usaha tanpa izin," tandas Singgih.

“Papan ini kita pasang sekitar sepekan yang lalu. Tujuan penegakkan Perda ini dalam rangka penataan alun-alun sebagai wajah Kota Magelang agar lebih bersih, rapi, dan tertib. Tujuan penataan tak lain adalah pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Sapol PP Kota Magelang, Otros Trianto menambahkan, meski sudah ada larangan yang tegas, tapi masih ada kebijakan temporer yang bisa dilakukan. Para penjaja usaha ini bisa beraktivitas usaha di alu-alun saat event atau momen tertentu.

“Kalau ada event besar di alun-alun, kisa bisa keluarkan kebijakan temporer tersebut. Mereka boleh jualan selama event itu saja, selebihnya tidak boleh,” tandasnya.

Otros kembali menegaskan kebijakan pelarangan ini didasarkan pada kepentingan umum, bukan semata kepentingan ekonomi segelintir orang saja. Pemkot Magelang tengah merumuskan menambah fasilitas umum (fasum) di alun-alun berupa taman bermain.

“Rencana nanti ada taman bermainnya yang gratis untuk masyarakat. Kita sebisa mungkin menata alun-alun ini agar nyaman digunakan oleh masyarakat tanpa terganggu oleh kepentingan-kepentingan tertentu saja,” imbuhnya. (hms)

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18