KEMEN PUPR RESMIKAN RUSUNAWA KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-03-17
  • 212 Views

MAGELANG UTARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan Rumah Khusus (Rusus) di Kelurahan Wates, Kota Magelang, Sabtu (16/3/2019).

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, didampingi oleh Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi, Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina, beserta jajarannya dan masyarakat setempat.

Pada waktu bersamaan diresmikan pula Rusunawa dan Rusus di Kabupaten Magelang dan Temanggung.

Windarti mengungkapkan peresmian ini menandai difungsikannya proyek yang ditujukan sebagai solusi kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Perumahan rakyat dan kawasan permukiman memang merupakan urusan wajib pemerintah daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar.

"Bagi Pemerintah Kota Magelang sendiri, menjadi komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat," katanya di sela-sela kegiatan Peresmian Rusunawa di Kelurahan Wates, Magelang Utara, Sabtu (16/3/2019).

Rusunawa Kelurahan Wates, papar Windarti, dibangun dengan kualitas baik, bahkan dengan spesifikasi layaknya kondominium untuk kalangan masyarakat menengah ke atas.

"Saya lihat rusunawa ini megah, mirip kondominium atau flat untuk masyarakat menengah ke atas. Lantainya bukan keramik tapi granit yang mudah dibersihkan, tidak mudah tergores," ungkap Windarti.

Rusunawa Wates dibangun sebanyak 1 tower, terdiri dari 4 lantai, berisi total 58 unit masing-masing type 36. Rusunawa ini bisa mampu menampung 58 kepala keluarga (KK) dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Adapun untuk harga sewa bervariatif berkisar Rp 300.000 - Rp 350.000 per unit per bulan.

"Untuk itu kami pesan kepada Bapak/Ibu penghuni rusunawa maupun rusus supaya menjaga, merawat huniannya masing-masing layaknya rumah sendiri, dan diharapakan menjadi berkah bagi banyak orang," tuturnya.

Windarti melanjutkan, di Kota Magelang telah dibangun rusunawa dan rusus namun tidak dipungkiri pihaknya masih menghadapi permasalahan yang cukup tinggi, terutama masalah backlog (Kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah yang dibutuhkan) dan rumah rumah tidak layak huni.

Sementara itu, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khawali Abdul Hamid, mengapresiasi Pemkot Magelang yang telah menyediakan lahan berupa tanah bengkok untuk rusunawa. Sebab diakui, salah satu kendala yang dihadapi dalam pembangunan rusunawa di Daerah adalah persoalan ketersediaan lahan. 

"Apa yang dilakukan Pemkot Magelang ini bisa dicontoh daerah lain dalam hal penyediaan lahan pembangunan rusunawa dengan memakai lahan bengkok. Tanah bengkok ternyata bisa dijadikan aset membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah," kata Khawali.

Pada hari yang sama, selain Rusunawa Wates, di Kota Magelang juga diresmikan Rusunawa Kelurahan Sanggrahan. Kemudian di Kabupaten Magelang meliputi Rusun Tamanagung Muntilan, Rusus Mahasiswa STPP Tegalrejo, dan Rusus Pondok Pesantren API Tegalrejo. Di Kabupaten Temanggung, dibangun Rusun Manggong Ngadirejo.

"Kami tingkatkan kualitasnya terus, yang terakhir kami coba lantainya, kemudian fasilitas di dalamnya, mebeulernya bisa dilihat dan sebagainya," kata dia. (hms)

 

Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
Kontes Kucing Magelang…
Berita
2019-11-17
Ibu-ibu Dharma Wanita…
Berita
2019-11-15
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18