KRENOVA 2019 DORONG MASYARAKAT KOTA MAGELANG UNTUK KREATIF DAN INOVATIF

  • Admin
  • 2019-03-15
  • 222 Views

MAGELANG SELATAN - Pemerintah Kota Magelang terus mendorong masyarakat untuk berinovasi menciptakan suatu karya. Salah satu upayanya adalah dengan membuka ajang kompetisi kreasi dan inovasi (Krenova) yang setiap tahun diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)

Kepala Balitbang Aris Barata Sakti, mengungkapka  kompetisi Krenova bertujuan agar kreatifitas dan inovasi masyarakat terus tumbuh sehingga diharapkan berimbas pada efisiensi dan penyesuaian tuntutan teknologi. 

Bahkan, berkat agenda tahunan yang sudah dijalankan sejak tahun 2004 lalu, membuat Kota Jasa sejauh ini menjadi daerah rujukan studi banding luar daerah untuk belajar tentang inovasi.

”Kita sudah punya Perda No 5 Tahun 2018 yang secara langsung memberikan payung hukum kepada warga untuk berinovasi. Bahkan, kita terus mendorong upaya inovasi lewat ajang krenova setiap tahun,” ujar Arif, di kantornya, Jumat (15/3/2019).

Ia menjelaskan dengan adanya Perda itu maka masyarakat bisa mengajukan proposal inovasi untuk kemudian diseleksi. Selanjutnya apabila dinilai positif maka pemerintah siap memberikan dukungan dana, pengajuan hak paten, hingga pendampingan skala produksi.

”Hasil karya yang lolos itu nantinya akan dikembangkan, didampingi, dan didiseminasikan agar bisa menjadi prototipe untuk dipasarkan ke masyarakat,” katanya.

Tahun 2019 ini, pihaknya kembali mengadakan Krenova. Sejauh ini sudah ada 24 karya yang didaftarkan hingga batas akhir, Kamis (14/3/2019). Selanjutnya, 24 karya dari 6 kategori akan diseleksi secara administrasi.

”Kita membuka 9 kategori dan targetnya ada 30 karya masuk. Tapi hingga batas akhir, hanya 24 yang masuk dari 6 kategori. Kita harapkan inovasinya benar-benar berkualitas,” kata Arif.

Ia merinci ke-24 karya itu terdiri dari agribisnis dan pangan 6 karya, energi, kehutanan dan lingkungan hidup 8 karya, kelautan dan perikanan 1 karya, dan kesehatan obat-obatan dan kosmetika, satu karya. Selanjutnya, kategori pendidikan, rekayasa teknologi dan manufaktur 2 karya, kerajinan dan industri rumah tangga 6 karya. Sedangkan kategori sosial, pendidikan, dan energi tidak ada peserta sama sekali.

Kabid Pengembangan Penerapan Iptek dan Harmonisasi Inovasi, Catur Adi Subagyo menambahkan Krenova hanyalah embrio untuk terus dikembangkan. Setelah lomba, katanya, diperlukan uji dan perbaikan.

”Kita juga menggandeng lembaga konsultan dan ahli inovasi dari daerah lain. Setelah itu, nanti produk temuan ini dikembangkan hingga kita bantu pula masalah pemasarannya,” tandasnya.

Upaya lain, kata dia, Balitbang sangat rajin mengikutsertakan hasil karya krenova dalam pameran-pameran tingkat regional maupun nasional. Hal ini sebagai upaya untuk memantik CSR maupun investor sehingga dapat memberi dampak positif bagi para inventor.

”Kita hampir tidak pernah absen mengikuti pameran, salah satunya Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah. Ini juga dalam rangka mengenalkan kepada publik tentang inovasi yang dibuat warga Kota Magelang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubid Penguatan Harmonisasi Inovasi, Balitbang Kota Magelang Misrun menjelaskan jika Krenova tahun 2019 memperebutkan hadiah total hingga Rp39 juta. Setelah seleksi administrasi, tahapan selanjutnya para peserta nantinya akan melakukan diseminasi dan paparan di hadapan dewan juri.

”Nantinya 10 karya terbaik akan didaftarkan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektuan (HaKI). Selain itu, temuan warga Kota Magelang tersebut juga akan diikutkan pada lomba tingkat Jateng untuk kategori utama, harapan, dan favorit.

Ia menambahkan, krenova yang diberlakukan sejak tahun 2004, hingga kini sudah muncul 413 karya. Hingga kini, sekitar 5 persen di antaranya sudah dikomersialkan.

”Jadi tujuan utama krenova diselenggarakan supaya temuan tersebut menjadi komersil. Yang terbaru, alat pemanggang makanan dengan tenaga surya, selain mendapatkan HaKI juga berhak mendapatkan pemberdayaan dari Kementerian Ristek Dikti bekerja sama dengan perusahaan Inggris, dengan bantuan senilai Rp300 juta dan akan diproduksi secara massal,” pungkasnya. (wid)
 

Bayar Pajak Tercepat…
Berita
2019-11-10
Kontes Kelinci Magelang…
Berita
2019-11-09
Lapangan Tenis "Moncer…
Berita
2019-11-09
Kepala BKKBN Bina…
Berita
2019-11-08
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18