KOTA MAGELANG JAJAKI SISTER CITY DENGAN KOTA BREDA BELANDA

  • Admin
  • 2019-02-28
  • 227 Views


MAGELANG - Hasil penelitian para pakar dari Universitas Gajah Mada (UGM), Kota Magelang memiliki potensi dan karakter yang sama dengan Kota Breda, Belanda. Oleh karena itu, Kota Sejuta Bunga ini akan menjajaki kerjasama melalui program sister city dengan kota tersebut.

Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Departemen Teknik dan Perencanaan  Fakultas Teknik UGM, Prof Ir Bakti Setiawan MA PhD, mengemukakan Kota Magelang dan Kabupaten Magelang memiliki potensi yang diharapkan mampu menjalin kerjasama Sister City dengan kota di Negeri Kincir Angin itu.

Potensi yang dimiliki Kota Magelang antara lain sebagai tempat pendidikan militer. Ini sama dengan Breda yang juga menjadi tempat pendidikan militer. Selain itu, juga daerah wisata, di mana Kota Magelang memiliki bangunan kuna peninggalan Belanda.

"Program Sister City dengan Breda itu kemudian menjadi program kerja Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Magelang, karena dalam satu semester DRD harus bisa menghasilan satu output," ungkapnya, saat berkunjung ke Balitbang Kota Magelang bersama tim Baperlitbang Kabupaten Kendal, Kamis (28/2/2019).

Dijelaskan, dampak terjalinnya kerjasama Sister City dengan Breda diharapkan banyak wisatawan dari Negara Kincir Angin itu berwisata ke Magelang, termasuk mengunjungi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.

Adapun rombongan Tim Baperlitbang itu berjumlah tujuh orang dipimpin Kabid Penelitian dan Pengembangan, Kartini, untuk menimba ilmu mengenai Litbang dan kegiatan DRD Kota Magelang. Rombongan diterima Sekretaris Balitbang Kota Magelang Heni Asmoro, Kabid Penelitian dan Pengkajian Eny Sulistyowati, sejumlah staf instansi tersebut serta pengurus DRD setempat.

"Prestasi Litbang Kota Magelang sudah tidak diragukan lagi, karena itu kami belajar ke sini," kata Kartini.

Menurutnya  Baperlitbang Kabupaten Kendal ingin mengembangkan iptek. Adapun DRD sudah terbentuk pada akhir 2017. Pihaknya masih ingin mencari format, sedang unsur kelembagaan masih harus belajar dan berbenah. 

"Harapan ke depan bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DRD Kota Magelang Edy Boedi Orbawati, menjelaskan DRD dilantik Wali Kota Magelang pada 9 Desember 2018. Tugasnya memberi rekomendasi kepada wali kota dalam mengambil kebijakan, serta menjadi partner dalam berbagai kegiatan lainnya.

Eny menerangkan, undangan pertama yang dihadiri pihaknya adalah Workshop  Pengembangan Magelang Raya. Dalam hal ini termasuk wilayah Kabupaten Magelang, dan workshop itu juga dihadiri DRD kabupaten tersebut.

Wakil Ketua DRD Kota Magelang, Retno Rusdjijati, menambahkan untuk semester kedua tahun 2019, program kerja DRD adalah kampung bunga untuk mendukung brand Kota Sejuta Bunga. 

"Lahan pertanian di Kota Magelang terbatas, dan keunggulan kota ini antara lain kampung organik dan bank sampah," tuturnya. 

ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
Sigit Tawarkan Investasi…
Berita
2019-11-19
Kota Magelang Borong…
Berita
2019-11-18
Sekda Kota Magelang:…
Berita
2019-11-17
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18