TIM PENILAI PENGHARGAAN WTN KEMBALI SAMBANGI KOTA MAGELANG

  • Admin
  • 2019-01-21
  • 223 Views

Magelang - Tim penilai penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) telah kembali melakukan penilaian terhadap Kota Magelang. Hal itu dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018 lalu.
Penilaian tersebut mengisyaratkan bahwa Kota Magelang bukan tidak mungkin akan kembali masuk nominasi penerima penghargaan tertinggi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait penataan transportasi oleh pemerintah daerah itu.
"”Penilaian WTN sudah dilakukan pada rentang Oktober-November 2018 kemarin. Tim itu datang secara tiba-tiba, jadi kalau bicara persiapan, bisa dikatakan kita ala kadarnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Suryantoro, Senin (21/1).
Atas penilaian tersebut, Pemkot Magelang pun makin serius membidik penghargaan WTN kelima kalinya. 
Suryantoro menjelaskan, penilaian WTN tahun 2018 berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, tim yang bertugas mempresentasikan hasil program bukan dari Pemkot Magelang, melainkan dari tim survey Kementerian Perhubungan.
”Bulan Februari ini hasil survey dari tim surveyor Kemenhub akan melakukan paparan dan presentasi di hadapan tim juri independen. Nah, hasilnya apa, nanti yang menentukan apakah Kota Magelang lolos WTN atau tidak. Pengumuman WTN sendiri kemungkinan digelar bulan Maret 2019,” jelasnya.
Tim surveyor yang memaparkan di hadapan dewan juri itu, kata Suryantoro, tidak diketahui oleh Pemkot Magelang. Saat melakukan penilaian, dia mengaku tidak ada persiapan khusus.
”Apa adanya sebenarnya ketika tim survey datang ke Kota Magelang. Tapi kita merasa cukup beruntung, Terminal Magersari yang sempat dikhawatirkan pada hari itu, angkot lumayan ramai keluar masuk,” ujarnya.
Bicara soal fasilitas dan kelengkapan peralatan lalu lintas di Kota Magelang, lanjut Suryantoro, dari tahun ke tahun terus dibenahi. Bahkan, beberapa di antaranya menggunakan teknologi masa kini, sehingga mengefektifkan pengawasan dan penanganan lalu lintas.
Sebut saja, tiga titik pedestrian light controlle crossing (pelican cross), antara lain di Alun-alun, Jalan Tidar depan RSUD Tidar, dan di Jalan Gatot Soebroto, atau depan kompleks Akademi Militer Magelang.
Alat pengatur lalu lintas pejalan kaki ini guna meningkatkan kenyamanan warga saat menyeberang. Alat ini terpasang di area jalan yang dinilai ramai oleh aktivitas penyeberangan dan kendaraan melintas.
Tak hanya itu, Pemkot juga telah memiliki 8 unit Area Traffic Control ­System (ATCS) sudah terintegerasi dengan ­Variable-message Sign­ (VMS)­, sebuah sistem untuk mempermudah pengawasan arus lalu lintas. Pada tahun 2019 ini, ATCS akan ditambah tiga titik lagi sehingga melengkapi di Kota Magelang menjadi 11 titik ATCS.
”Dengan adanya ATCS maka otomatis countdown traffic light ditiadakan, karena penyalaan alat penanda isyarat lalu lintas (APILL) sudah otomatis mendasari sensor jumlah atau volume kendaraan di tiap persimpangan,” jelasnya. (hms)

Panen Ubinan Padi…
Berita
2019-11-22
Cantiknya Bunga Tabebuya…
Berita
2019-11-22
2.000 Pemuda Hadiri…
Berita
2019-11-21
ASN Korpri Kota…
Berita
2019-11-20
Raih Opini WTP,…
Berita
2019-11-20
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18