ANGKA PENURUNAN PENGANGGURAN KOTA MAGELANG TERTINGGI DI JAWA TENGAH

  • Admin
  • 2018-11-26
  • 279 Views

Magelang - Selama dua tahun terakhir, atau sejak tahun 2016 lalu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang rutin melaksanakan program pelatihan kerja bagi para pencari kerja di Kota Magelang. Program ini dinilai menjadi salah satu kunci sukses penurunan angka pengangguran di Kota Magelang.

Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan mengatakan, berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik tanggal 5 November 2018 lalu, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Magelang tahun 2018 mengalami penurunan. 

"Ini adalah keberhasilan dan sinergitas kinerja pembangunan daerah antara lain program/kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terarah dan melibatkan/menggerakkan warga masyarakat. Serta kegiatan pelayanan/fasilitasi Disnaker Kota Magelang fokus pada penganggur dan pencari kerja serta penyelesaian perselisihan hubungan industrial untuk mendukung penurunan angka kemiskinan di Kota Magelang," jelas Gunadi, Senin (26/11).

Dia menyebutkan, berdasarkan rilis dari BPS, angka TPT Kota Magelang menurun dari sebelumnya 6,88 persen di tahun 2017 menjadi 4,88 di tahun 2018. Dihitung menggunakan rumus jumlah penganggur dibagi jumlah angkatan kerja dikalikan 100 persen.

"Angka ini merupakan angka penurunan tertinggi di Jawa Tengah," katanya.

Sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Magelang meningkat dari 65,32 persen di tahun 2017 menjadi 68,64 persen di tahun 2018. Dihitung berdasarkan rumus jumlah angkatan kerja dibagi jumlah penduduk usai kerja dikalikan 100 persen.

"Kenaikan TPAK ini tertinggi diantara kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat daya saing SDM Kota Magelang mampu berpartisipasi/bekerja di dalam dan luar daerah mengisi keberhasilan pembangunan dan kebijakan pemerintah," ungkap Gunadi.

Terkait dengan pelatihan kerja yang menjadi program rutin Disnaker, meliputi berbagai bidang pekerjaan. Mulai dari bahasa, basic office, tata boga, busana, montir sepeda motor, spa, dan lain-lain.

"Pelatihan ini kita sesuaikan dengan kebutuhan para pencari kerja," jelas Gunadi.

Adapun waktu pelatihan bervariasi, mulai 10 hari hingga 30 hari. Para peserta pelatihan akan diberikan fasilitas hingga kesempatan magang kerja.

"Pelatihan ini kita tindaklanjuti dengan magang di tempat kerja. Bagi pekerja yang memiliki kemampuan bagus dan berkompeten, bisa langsung bekerja," terang Gunadi.

Untuk bulan November 2018 ini, lanjut Gunadi, pelatihan yang dilaksanakan yakni montir sepeda motor (16 orang peserta), penjahit bordir (16 peserta), dan pelatihan spa (10 peserta). 

"Dari pelatihan kerja semacam ini, kita mampu menyalurkan pencari kerja sekitar 300 orang per tahun," katanya. (Hms)

Dukung Gerakan Literasi,…
Berita
2019-11-15
Filosofi Piala Wali…
Berita
2019-11-15
Wali Kota Magelang…
Berita
2019-11-14
Bulan Dana PMI…
Berita
2019-11-12
HKN 2019, Tenaga…
Berita
2019-11-12
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18