PEMKOT MAGELANG BERKOMITMEN CEGAH TINDAK PIDANA KORUPSI

  • Admin
  • 2018-10-19
  • 258 Views

Magelang - Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk mencegah segala bentuk tindak pidana korupsi. Salah satunya dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui kanal pengaduan masyarakat Monggo Lapor, juga laporan harta kekayaan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara berkala, dan pembentukan tim pemantauan gratifikasi.
Sejumlah inovasi juga dilakukan guna mempersempit peluang tindak pidana korupsi gratifikasi. Diantaranya dengan meluncurkan aplikasi perijinan online, pengadaan lelang secara online melalui LPSE, serta pembayaran pajak bumi dan bangunan melalui sistem online.
"Kami menyadari, secanggih apapun sistem dibangun, tidak akan ada artinya tanpa diimbanhi mental dan perilaku penyelenggara pelayanan publik yang bersih dan jujur. Untuk itu kami berupaya menciptakan koridor untuk mewujudkan ASN di lingkungan Pemkot Magelang yang bersih, berwibawa, dan bertanggung jawab, serta memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya," kata Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, saat menyambut roadshow bus KPK yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di alun-alun Magelang, Jumat (19/10).
Komitmen Pemkot Magelang tersebut diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Walikota Magelang Nomor 37 Tahun 2017 tentang Kode Etik pegawai ASN di lingkungan Pemkot Magelang.
"Di samping itu, Pemkot Magelang juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Baik dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya untuk bersinergi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik," urai Sigit.
Sementara itu, Saut Situmorang mengatakan, persinggahan bus jelajah negri bangun antikorupsi dari kota satu ke kota lainnya adalah untuk melihat bagaimana pemerintah dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, perijinan paling tinggi nilainya. Secara nasional nilainya adalah 37.
"Jadi kalau kita melayani dengan cepat, kalau KPK datang adalah untuk membantu memberikan pelayanan. Filosofinya akan terrus bergerak," ujarnya.
Sayangnya, imbuh Saut, bus yang dimiliki KPK baru satu. Ia berharap daerah bisa mereplikasi bus antikorupsi ini.
"Supaya bisa dilihat anak-anak kemudian dipelajari apa saja isi di dalamnya," harap Saut.
Untuk sementara itu, baru 11 kota besar  yang di singgahi termasuk di dalamnya Kota Magelang. Bus ini akan terus bergerak dan dalam waktu dekat akan ke Kalimantan Timur.
Hasil dari roadshow ini, imbuh saut, belum bisa diukur.
"Bukan hasil, namun lebih kepada impact yang belum bisa diukur. Kami datang bukan sesuatu yang bisa merubah. Buktinya, polisi sudah bisa memberi pelayanan SIM, STNK secara terbuka. Yang penting konsistensi. Sama seperti sikat gigi, impactnya kalau gigi sudah bolong baru ketahuan," ujarnya. (Hms)

Kota Magelang Tuan…
Berita
2020-01-25
Kaum Disabilitas Berbagi…
Berita
2020-01-24
Dua Motor Diangkut…
Berita
2020-01-24
Umat Kristiani Kota…
Berita
2020-01-22
Terpilih Aklamasi, Joko…
Berita
2020-01-21
PPDB TK-SD-SMP Di…
Berita
2019-04-22
Pemkot Magelang Cari…
Berita
2018-08-06
Pertamina Tukar Gas…
Berita
2018-09-26
Aplikasi Si Bahenol…
Berita
2018-08-18